;

Translate

Showing posts with label Budidaya Sayuran. Show all posts
Showing posts with label Budidaya Sayuran. Show all posts

Thursday, March 26, 2015

Budidaya Teh: Penyakit Tanaman Teh Cara Pemberantasannya

Thursday, March 26, 2015

Penyakit Tanaman Teh dan Cara Pemberantasannya

Ganoderma pseudoferreum atau Cendawan akar Merah
Cendawan atau jamur akar merah ini sering menyerang perkebunan-perkebunan teh yang mempergunakan pohon pelindung sejenis Albizzia falcate ataupun Derris michophyla. Jenis jamur ini menyerang pada akar teh dan cara penularannya melalui contack intectie, 

Mycelium terdapat pada permukaan kulit akar, berwarna putih  sampai hitam. Akan tetapi kalau kena air warna itu akan berubah menjadi merah darah.

Pemeberantasannya:
Pemberantasan secara langsung dapat dilakukan dengan cara mmebongkar pohon pelindung yang terserang penyakit itu dna juga pohon teh yang sudah terserang. Atau kalau mau cara lain, dengan cara menggali parit bdi sekeliling pohon-pohon yang terserang penyakit cendawan akar merah. Parit kecil tersebut dimaksudkan untuk isolasi.

Hasil ini memang baik, akan tetapi memakan beaya yang tidak sedikit. Lobnag bekas cabutan pohon yeng terserang cendawan akar merah ini jangan ditanami lagi selama  3 tahun.


Cendawan akar hitam
Tanda-tanda penyakit kalau  sudah menyerang, kulit bagian luar dari akar dis ebelah ujungnya tampak benang-benang cendawan yang warnanya putih sampai kelabu yang berangsur-angsur berubah menjadi hitam mengkilat. Benang-benang cendawan ini sebagian  masuk dalam kulit dna tumbuh  di antara bagian kulit dan kayu. Benang ini kemudian berkembang menuju akar. Penularan penyakit ini melalui spora.

Pemberantasannya:
Pohon teh yang terserang penyakit cendawan akar hitam ini harus dibongkar dan kemudian lobang bekas bongkaran pohon teh tersebut kita siram dengan lumpur belerang sebanyak 200 gram untuk tiap lobangnya. Lalu lobang tersebut dibiarkan saja kosong selama ± 3 tahun.


Ustulina maxima atau Cendawan leher akar
Penjalaran penyakit ini melalui infeksi, yaitu masuk ke dalam batang melalui luka-luka akibat kena alat yang dipakai pada waktu mengolah tanah atupun merumput. Luka yang demikian ini biasanya mudah terjadi dileher akar. Penyakit ini menyerang pada leher akar.

Pemberantasannya:
Kalau saja serangan ini belum masuk ke dalam kayu, maka bisa dengan jalan/mengupas kulit yang terserang,lalu lukanya dilabur dengan obat penutup luka.
Pencegahannya, menjaga jangan sampai melukai pohon sewaktu kita mengerjakan tanah maupun merumput.


Fomes cocius
Di luar akar akan kelihatan tenunan-tenunan dari benang-benang cendawan yang warnanya coklat kehitam-hitaman. Kemudian butir-butir pasir kelihatan melekat pada tenunan benang tersebut dan merupakan kerak.

Bila akar pohon yang sakit ini bersentuhan dengan akar pohon yang sehat, maka penularana akan bisa terjadi.

Pemberantasannya:
Membongkar dan membakar sisa-sisa akar, juga terhadap pohon yang masih kelihatan sehat yang tumbuh berdekatan dengan  pohon yang sakit.


Corticium salmonicolor atau jamur Upas
Penyakit ini menyerang pohon teh pada bagian kulit batang, dan kemudian berubah menjadi kuning merah dan akhirnya jadi merah. Bagian kulit yang ditutupi lapisan lambat laun akan kering.cendawan ini akan tumbuh subur didaerah yang lembap.

Pemberantasannya:
Mengusahakan kebun jangan sampai lembap betul, lalu mengerok jamur tersebut dan dilumuri dengan carbolineam 5%.


Cendawan hangus
Yang dimaksudkan dengan penyakit janur hangsu ini adalah kumpulan dari macam-macam jenis cendawan yang suka hidup di kotoran dari jenis macam-macam kutu daun.

Pencegahannya:
Kita adakan pemotongan pada bagian muda atau ranting yang dihinggapi penyakit ini. Kemudian sebaiknya potongan itu kita buang jauh atau kita bakar supaya kuman-kumannya mati.

Pecinta Tanaman - 2:38 PM

Budidaya Teh: Hama Tanaman Teh Cara Pemberantasannya

Hama Tanaman Teh Dan Cara Pemberantasannya

Heterodera marioni
Hama ini terutama mengadakan pengrusakan dipersemaian, jarang sekali menyerang kebun. Hama tersebut yang diserang adalah akar teh yang masih muda, tanda-tandanya ;akar akan menggembung, lambat laun menjadi busuk.

Pemberantasannya:
Menggunakan racun DDT atau HCH yang disemprotkan ke dalam tanah


Gryllotalpa Africana atau anjing tanah (orong-orong)
Hama ini mengadakan pengrusakan terutama pada persemaian dan kebun-kebun yang masih muda.  Tempat yang dirusak adalah perakaran denagn jalan memutus-mutus akar sewaktu hewan tersebut akan membuat liang.

Pemberantasannya:
Caranya dapat langsung dengan menangkap binatang-binatang tersebut dan dibunuh


Brachytus portentosus atau gangsir
Hama inipun mengadakan pengrusakan pada tempat-tempat persemaian dan kebun-kebun muda. Hama ini pun pengrusakannya dengan jalan memutus-mutus akar dan batang dekat leher akar.

Pemberantasannya:
Dengan cara tradisional, yaitu menangkapi gangsir-gangsir tersebut dan kemudian mengumpulkannya dna membunuh


Agrotis sp
Ulat in banyak mengadakan pengrsakan di persemaian dengan jalan merusak kulit batang bahkan kadang kala sampai batang tersebut putus.

Pemberantasannya:
Mencari ulat-ulat tersebut didalam tanah pada pagi hari. Pencariannya disekitar tempat yang diserang. Atau bisa juga kita pancing dengan obat-obatan beracun supaya mati.


Zeuzera coffeae nonol
Ulat ini seringkali menggerek batang atau ranting ataupun dibagian lain yang keras. Mula-mula memang menggerek kulit dan mambuat lobang diantara kulit dan batang. Penngerekannya melingkar, hingg bagian yang digerek ini mudah patah. Lalu setelah itu ia masuk ke dlaam bagai kayu.

Pemberantasannya:
Hanya dengan jalane memotong kayu yang dimakan nonol itu dan kemudian dibakar.


Bubuk kayu
Penyakit ini menyerangnya pada pohon-pohon yang barus aja mengalami pemangkasan. Dapat juga menyerang pohon-pohon yang masih dalam pesemaian.

Pemberantasannya:
Kalau menyerang yang masih dalam persemaian maka dapat kita lakukan pemberantasan dengan jaan mencabut pohon yang terserang. Tetapi kalau sudah dewasa di perkebunan, maka pemberantasannya hanya dapat dilakukan dengan jalan memperpanjang giliran pemangkasan, yang semula 2 tahun sekali menjadi 4 atau 5 sekali.


Hellopeltis antoni
Jenis ini termasuk hama yang terpenting bagai tanaman teh. kalau hama ini telah menyerang, maka kita akan mengalami kerugian produksi karen adaun-daun produksi berkurang. Selain itu hama ini menyebabkan pula penyakit kanker cabang.

Kulit dari cabang tersebut  menjadi bengkak-bengkak karean pertumbuhan callus yang tidak benar, yaitu pada tempat-tempat bekas tusukan hellopeltis. Umumnya hama ini menyerang pada kebun-kebun yang baru saja mengalami pemangkasan.

Pemberantasannya:
1. Pada kebun yang barus aja dipangkas, maka langsung saja kita dapat menangkap dan membasmi serangga tersebut.
2. Ujung ranting yang ditinggalkan sewaktu pemungutan tunas harus dipotong. Sebab bias anya serangga ini meletakkan telurnya pada sisa-sisa ujung tunas.
3. Mempersingkat giliran pemungutan, memungut pucuk sebanyak mungkin sebelum telur hama tersebut sempat menetas.
4. Menyemprot dengan obar derris 0,5 sampai 0,75%.
5. Menggunakan pemangkasan system O.D.A.R.

Budidaya Teh
Manfaat Tanaman Teh


Pecinta Tanaman - 2:25 PM

Thursday, February 26, 2015

Budidaya Jamur Kayu: Media Tanam

Thursday, February 26, 2015

Untuk penanaman jamur kayu secara alami, digunakan batang/ranting dari tanaman berkeping dua atau Dicotyledoneae, terutama tanaman yang berkayu (cukup keras, keras, kurang keras) seperti ter;ampir dalam daftar.

jamur kayu, budidaya jamur kayu, budiaya jamur tiram, budidaya jamur


Menurut pengamatan kami, kayu yang diambil/dipotong pada musim kemarau atau permulaan musim penghujan akan lebih baik bila digunakan sebagai bahan tanam untuk jamur kayu daripada musim-musim berikutnya. 

Bagi iklim subtropics, waktu yang terbaik untuk pemotongan kayu dilakukan pada musim gugur sampai musim semi. Kedua hal tersebut diatas disebabkan karena kadar karbohidrat (lignine) yang terkandung pada kayu pada saat itu adalah maksimal.

Agar  memudahkan pengangkutan, penanaman dan pemeliharaan jamurnya nanti, hendaklah kayu yang ditebang dipotong-potong dengan ukuran panjang:
20-30 cm, untuk gelondong besar
40-50 cm, untuk gelondong sedang

Kemudian kayu dikeringkan sesuai dengan kerasnya. Kayu yang  lebih keras memerlukan waktu yang lebih lama daripada kayu yang kurang keras. Pengeringan minimal berkisar 2 bulan pada cuaca yang cerah.

Penggunaan bibit.
Disebut penanaman jamur kayu secara alami, karena penanaman cara ini belum mempergunakan bibit secara buatan dan hanya mengandalka spora dari alam. Bagaimanakah kita tahu bahwa di kebun kita terdapat spora jamur.

Sesuai dengan perkembangan spora jamur yang tersebar di alam, maka penanaman jamur sisitim inipun menghendaki perlakuan secara akami. Misalnya dengan menaruh pokok-pokok kayu dibawah pohon yang rindang, agar spora menempel pada pokok kayu tersebut dan hidup disitu. 

Karena kita tidak bisa menyelekisi bibitnya, maka pada pokok-pokok kayu tersebut bisa tumbuh beraneka jenis jamur kayu, sesuai dengan syarat optimal mereka misalnya : jamur tiram, jamur kuping, jamur papan, atau jamur paying kayu.

Terpaksalah kita menyeleksi setelah spora itu tumbuh menjadi jamur-jensi mana yang akan dipilih menyesuaikan pasaran ataupun situasi/kondisi setempat.

Tekhnik penanaman

Menanam jamur secara alami, pada hakikatnya hanya mempersiapkan medianya, yaitu pokok-pokok kayu dan menyiapkan kondisi pertanaman sebaik-baiknya.

Pokok-pokok kayu yang telah dipotong-potong dikeringkan terlebih dahulu, minimal 2 bulan pada waktu cuaca cerah. Bahkan pada kayu yang sangat keras pengeringan bisa makan waktu sampai 6 bulan.

Dengan pengeringan, diharapkan agar kayu mengalami pelapukan dan tidka bertunas kembali serta mematikan jenis fungi tingkatan rendah. 

Setelah dirasa cukup masa pengeringannya, pokok kayu direndam dalam air sampai 2 hari 2 malam lalu dipindahkan ke tempat yang teduh/lembab, misalnya dipekarangan dibawah pohon.

Jangan lupa menyiram 1-2 kali sehari, tergantung kekeringan/kebasahan kayu setiap harinya.
Untuk daerah tropic seperti di Negara kita, waktu paling tepat penebangan/pemotongan kayu adalah sekitar bulan juni dan waktu pengeringannya bulan Juli-Agustus (terutama daerah P. Jawa).

Sedangkan perendaman kayu dan penempatannya di bawah pohon, diharapkan setelah musim hujan tiba. Dengan demikian kita tidak akan terlalu banyak tenaga untuk menyiram kayu tersebut.

Utnuk penempatan pokok kayu, bisa dipasang 2-3 tiang bamboo, yang diatasnya dihubungkan dengan bamboo/kayu untuk tempat berdirinya pokok kayu tersebut. 

Pokok kayu didirikan agak miring, agar tidka mudah roboh karena angina tau karena geser-geseran.

Agar pengaturan suhu dan kelembaban cukup konstan, diatas penempatan poko kayu bisa dikerodong plastic, seperti yang dikerjakan di daerah Bogor.

Sedangkan didaerah Cicurug, diatasnya adalah para-para tempat tumbuh tanaman labu siam, yang diharapkan cukup meneduhi tanaman jamur kayunya.

Sumber: Jamur Kayu, Penebar Swadaya


Kalau artikel ini bermanfaat bagi Anda, tolong share keteman anda melalui Facebook, google plus, atau twitter dengan cara mengklik tombolnya di bagian bawah halaman ini. Terima kasih atas partisipasinya.

Pecinta Tanaman - 3:09 PM

Monday, February 23, 2015

Cara Menanam Sayuran Di Halaman Rumah Supaya Berhasil

Monday, February 23, 2015

Untuk menanam sayuran di halaman rumah dengan lokasi lahan yang tidak terlalu luas memang butuh pengaturan dari segi lokasi, supaya tanaman dapat tersinari dengan cukup dan tidak terganggu oleh anggota keluarga kita (anak-anak).

cara menanam sayuran, menanam sayuran, menanam sayuran hidroponik, sayuran hidroponik, menanam sayuran di halaman rumah

Namun kelebihan berkebun atau bertanaman sayuran di halaman rumah ini kita dapat dengan mudah merawat tanaman tersebut dengan maksimal. 

Pertama-tama tanah yang akan ditanami itu harus digemburkan dahulu dengan cara dicangkul. 
Dengan pencangkulan, zat-zat beracun didalam tanah akan hilang. 

Jangan lupa, rumput-rumput atau gulma pun harus dicabut sampai ke akar. Hal ini dilakukan agar tidak mengganggu pertumbuhan tanaman sayuran yang kita tanam. 

Sayuran yang kita tanam juga perlu mendapatkan makanan. Salah satu sumber makanan tanaman sayuran adalah dengan memberinya pupuk. 

Pupuk yang bisa kita gunakan untuk tanaman sayuran adalah pupuk buatan, pupuk kandang, atau pupuk kompos. Pupuk buatan dan pupuk kompos dapat kita beli ditoko-toko pertanian. 

Adapun pupuk kandang dengan mudah kita dapatkan di tempat-tempat pemeliharaan ternak.
Hal lain yang perlu diperhatikan ketika bertanam sayuran adalah penyiraman. 

Tanaman sayuran jangan sampai kekeringan ataupun kelebihan air. Jika kekurangan air, tanaman sayuran akan layu dan akhirnya mati. 

Sebaliknya, jika kelebihan air, tanaman tidak dapat mengambil makanan dengan baik dari tanah. Selain itu, akar sayuran akan cepat membusuk. Hal ini terjadi akibat seranagn penyakit, terutama cendawan dan bakteri.

Sebelum menanam sayuran, kita harus menyemaikan benih terlebih dahulu. Benih yang digunakan harus tidak tercampur biji lain, tidak cacat, dan berasal dari tanaman yang sehat. 

Selain itu, benih atau biji yang digunakan juga dari buah yang sudah tua dan varietas unggul. Hal ini karena jika benih diambil dari buah yang masih muda, pertumbuhan tanaman sayuran tersebut akan jelek.
Benih yang memenuhi syarat terlebih dahulu disemaikan dipersemaian. Tempat benih disemaikan ini tidak boleh terlalu basah dan tidak terlalu kering. Ini dilakukan agar benih dapat tumbuh dengan baik.
Persemaian perlu diberi atap yang dibuat miring ke arah barat, tetapi dihadapkan ke arah timur. Dengan cara ini, sinar matahari pagi dapat masuk sebanyak mungkin ke persemaian. 

Sebaliknya sinar matahari terik pada siang hari tidak dapat masuk ke persemaian, sedangkan sinar matahari  sore masuknya sedikit.
Bibit harus dlindungi dari teriknya sinar matahari. Hal ini dilakukan untuk mencegah penguapan berlebihan. 

Bibit adalah tanaman muda. Jadi, bibit belum bisa mengambil air dari dalam tanah. Untuk melindungi bibit, dapat digunakan pelepah pisang atau dedaunan. Penutup atau pelindung ini dapat dibuka setelah 5-7 hari.
Kemudian, bibit persemaian dipindahkan ke kebun. Tahap ini dinamakan penanaman. Penanaman harus dilakukan dengan hati-hati agar bibit tdak rusak, terutama akarnya. 

Sebaiknya tanah yang akan ditanami ah cukup basah atau belum. Jika kondisi tanah kering, berilah air terlebih dahulu. 

Tanah yang kering akan menyebabkan kerusakan bibit, contohnya akan terluka.
Setelah itu, kita harus rajin merawat tanaman sayurmu. Tanaman sayur harus di rawat agar tidak terserang penyakit (bakteri, cendawan, dan virus). 

Kita uga harus memberantas serangan hama, seperti ulat, dan kutu. Untuk memberantas hama dapat digunakan pestisida. Penggunaan pestisida pun harus berhati-hati dan cermat agar tidak membahayakan kesehatan. 

Merawat tanaman dapat dilakukan juga dengan cara member pupuk, menyiram, , dan membuang rumput-rumput yang mengganggu.  bertujuan untuk menjaga kesuburan tanah. 

Misalnya, jika sekarang kita menanam wortel, pada musim tanam selanjutnya kita bisa menanam bayam atau sayuran lain.

Pecinta Tanaman - 10:13 AM

Monday, February 16, 2015

Manfaat Dan Pengertian Tanah Gambut

Monday, February 16, 2015

Di Indonesia daerah sebaran gambut terdapat di Sumatera, Kalimantan, dan Irian Jaya dengan ketebalan lapisan antara 30 cm hingga 10 meter. 

Manfaat tanah gambut, Pengertian Tanah Gambut, ciri ciri tanah gambut, jenis tanah gambut, tanah gambut

Pengertian Tanah Gambut

Pengertian tanah gambut: Gambut merupakan kerak bumi yang  terdiri dari lapisan pelapukan sisa-sisa tanaman prasejarah yang umurnya sudah jutaan tahun. Penyebarannya  terdapat disepajang dataran pantai di daerah rawa-rawa atau air payau.

Di antara negara-negara yang memiliki gambut, Indonesia yang luas sebaran gambutnya mencapai 26 juta hektar (pada tahun 1995), termasuk negara terbesar nomor empat di dunia.

Manfaat Tanah Gambut
Manfaat tanah gambut sangat besar manfaatnya dalam bidang pertania dan energy.
Tanah gambut dapat menambah areal lahan pertanian yang selalu menjadi ciut karena tersita oleh keperluan pemukiman penduduk dan kawasan industri.

Hasil produksi pertanian di lahan gambut melebihi hasil rata-rata produksi nasional, terutama tanaman kedelai, jagung, singkong, ubi jalar, tomat, terong, bayam, sawi, kangkung, jahe, melon, semangka, nanas, sagu, padi dan kelapa.

Sehingga diharapkan hasil produksi pertanian di lahan gambut ini dapat mengisi kekurangan beberapa produksi pertanian nasional menuju swasembada aneka ragam hasil pertanian.

Begitu juga dalam penyemaian bibit pepohonan di tanah gambut lebih cepat pertumbuhannya dari pada di tanah biasa dan selain itu, bibit-bibit yang disemai di lapisan tanah gambut sosoknya lebih kuat.

Hal ini akan membantu mempercepat peremajaan hutan yang dianjurkan oleh pemerintah.
Dalam bidang energy, bahan gambut dapat diolah menjadi briket yang berfungsi sebagai kayu abakar.

Menurut hasil penelitian diketahui bahwa mutu gambut Indonesia sangat baik sebagai bahan bakar . ini disebabkan kandungan abu gambut Indonesia rendah, sedangkan nilai kalorinya tinggi.

Kandungan abu yang rendah dapat menghemat biaya, juga tidak mengotori lingkungan. Sebagai perbandingan ialah kandungan abu gambut Indonesia kurang dari 1%, sedangkan kandungan abu gambut dari Finlandia adalah 6%.

Bahan gambut dapat diolah menjadi tenaga listrik untuk pedesaan yang tidak terjangkau oleh PLN  dan untuk pabrik-pabrik bagi keperluan aneka macam industri.

Pupuk yang berasal dari bahan gambut dapat dijadikan komoditi ekspor karena sangat diminati dunia internasional.

Sumber: Memanfaatkan Tanah Gambut, Penerbit: Dewi Kwan Indah

Kalau artikel ini bermanfaat bagi Anda, tolong share keteman anda melalui Facebook, google plus, atau twitter dengan cara mengklik tombolnya di bagian bawah halaman ini. Terima kasih atas partisipasinya.

Pecinta Tanaman - 4:46 PM

Wednesday, February 11, 2015

Pengertian Jamur Manfaat Dan Jenisnya

Wednesday, February 11, 2015

Jamur dalam kehidupan manusia tidak bisa dipisahkan karena banyak fungsi dan manfaatnya bagi kehidupan manusia, bahkan kita sering mengalami pakaian dan makanan kita terkena jamur.

Pengertian Jamur, Manfaat jamur, jamur kuping, jamur, pengertian jamur tiram, jamur tiram


Jamur dalam arti luas, disebut Cendawan (Bahasa Indonesia) atau Fungi (dalam istilah Botani) yang mempunyai ratusan ribu jenis/varietas.

Jamur adalah tumbuhan berinti, berspora, tidak berklorofil, berupa sel satu atau benang-benang bercabang. 

Melalui dinding dari selulosa atau kiti atau dari keduanya jamur bisa berkembang biak secara seksual (kawin) atau aseksual ( tak kawin).

Berhubung jamur tidak berklorofil, maka hidupnya terpaksa menghisap/mengambil zat-zat yang sudah jadi, yang dibuat oleh organism lain. 

Oleh karena itu jamur bisa kita kelompokkan sebagai heterostrof, artinya organism yang hidupnya tergantung dari organisma lain.

Disebut saprofit (saproba – saprosa = sampah), bila zat organic tersebut sudah tidak diperlukan lagi oleh pemiliknya, meskipun dipandang dari kepentingan manusia bisa juga merugikan, misalnya jamur yang menyerang roti, membusukan makanan,  merusak perabotan-perabotan rumah tangga dan lain-lain.

Sedangkan yang disebut parasit, ialah jamur yang dalam hidupnya menyerap/menghisap organisma lain yang masih hidup. 

Tidak hanya tanaman yang terkena jamur, juga hewan ataupun manusia.

Ada jamur yang bersifat patogen (mendatangkan penyakit), dan sebaliknya ada juga yang bisa menguntungkan manusia.

Jamur sebagai kawan manusia telah dikenal sejak dulu.

Jamur enak dimakan, misalnya jamur kuping, jamur tiram, jamur merang, jamur champignon dan lain-lain.

Tanpa jamur pun orang tidak bisa membuat roti, minuman keras, tape, tempe, oncom, tauco, dan berbagai macam bahan makanan lainnya.

Tuhbuh jamur dapat berupa sel-sel yang lepas, bisa juga berupa sel-sel yang bergandengan atau dapat berupa benang. Benang ini merupakan tabung atau buluh yang bersekat atau tidak bersekat.

Sumber: Jamur Kayu, Penebar Swadaya

Kalau artikel ini bermanfaat bagi Anda, tolong share keteman anda melalui Facebook, google plus, atau twitter dengan cara mengklik tombolnya di bagian bawah halaman ini. Terima kasih atas partisipasinya.

Pecinta Tanaman - 3:59 PM

Thursday, January 22, 2015

Ciri-ciri Tanaman Jagung klasifikasi, jenis, dan sejarahnya

Thursday, January 22, 2015

Sejarah Tanaman Jagung
Tanaman jagung sudah dikenal sejak lama yaitu pertama kali oleh bangsa Indian Amerika sekitar tahun 1779. Jagung merupakan tanaman yang dapat hidup di daerah yang beriklim  sedang sampai beriklim panas.

Dahulu jagung adalah makanan pokok bagi orang miskin, demikian menurut buku harian Columbus sebagai penemu benua Amerika. 

Ciri-ciri Tanaman Jagung,  klasifikasi tanaman jagung, jenis jenis tanaman jagung, sejarah tanaman jagung, makalah tanaman jagung

Namun, sekarang sudah tersebar dan dikenal diseluruh belahan dunia. Apalagi sekarang miskin banyak jenis makanan yang merupakan  olahan  dari jagung ini, baik dalam keadaan utuh, dipecah ataupun digiling menjadi tepung.

Jagung tidak hanya untuk dikonsumsi manusia tapi juga untuk dikonsumsi manusia tapi juga untuk dikonsumsi trenak sebagai penguat selain hijauan dan macam-macam umbi-umbian. Penguat ini dibutuhkan pada saat ternak bunting, menyusui juga pada saat masa pertumbuhan.

Jagung ada bermacam-macam jenisnya, dan masing-masing memiliki sifat khas tersendiri. Dari sekian banyak jenis jagung, ada jenis jagung yang banyak sekali penggemarnya yaitu jagung manis. 

Jagung manis mula-mula dikenal di Indonesia baru awal tahun 1980 dalam bentuk kalengan yang meruapakn bahan impor dari luar negeri.

Namun sekarang sudah dapat dijumpai dimana-mana dengan mudah, baik dipasar tradisional, ataupun disupermarket. 

Walaupun mula-mula hanya dicoba ditanam dalam lahan yang kecil/sempit dahulu, ternyata berhasil dengan baik, maka sekarang masyarakat Indonesia sudah banyak yang bertanam jagung jenis ini. 

Bahkan Negara kita sekarang sudah termasuk Negara yang mengekspor jagung manis ke berbagai Negara.

Jagung manis enak dimakan dengan cara direbus, dibakar, dijadikan asinan, untuk dibuat bakwan jagung, dan kue basah yang lain. Karena banyaknya jenis olahan ini maka makin banyak kebuthan akan jagung ini, termasuk permintaan dari luar negeri.

Klasifikasi

Klasifikasi atau pengelompokkan  makhluk hidup, khususnya pada dunia tumbuhan paad prinsipnya memiliki tujuan untuk hal-hal sebagai berikut:
1.    Agar kita lebih mudah mengenal salah satu jenis tumbuhan atau beberapa tumbuhan yang lain.
2.    Agar kita lebih mudah mempelajarinya, sebab denagn mengetahui kelompoknya kita dapat mengenal cirri-cirinya.

Sedangkan dasar pengelompokkan atau klasifikasi makhluk hidup adalah:
1.    Adanya persamaan yang dimiliki antara tumbuhan yang satu dengan yang lain, misalnya mereka memiliki persamaan, maka mereka akan dijadikan satu kelompok.
2.    Adanya perbedaan yang dimiliki tumbuhan yang menyebabkan mereka masuk pada kelompok yang berbeda.

 
Tingkat pengelompokkan antara dunia hewan dan dunia tumbuhan ada sedikit perbedaan yang terletak pada nama tingkat pengelompokkan yang tertinggi, yaitu:

1.    Untuk dunia hewan tingkat pengelompokkan yang tertinggi adalah filum.
2.    Untuk dunia tumbuhan tingkat pengelompokkan yang tertinggi adalah Divisio.


Ciri-ciri tanaman jagung yang dapat diamati dari luar adalah:
  • Merupakan jenis tumbuhan yang berbunga sehingga termasuk antophyta.
  • Jagung berkembang dengan biji sehingga disebut spermatophyte.
  • Biji tanaman jagung berkeping satu, sehingga termasuk dalam kelas tumbuhan berkeping satu atau monokotildone.
  • Akar tanaman jagung berbentuk serabut, yang kecil-kecil seperti rambut.
  • Batangnya tidak mengalami pertumbuhan sekunder karena tidak berkambium sehingga tidak dapat tumbuh membesar, hanya tumbuh memanjang.
  • Daunnya berbentuk pita tipis dan panjang.
  • System penulangan pada daunnya adalah lurus atau sejajar seperti halnya tebu,alang-alang.
  • Bunga tanaman jagung kecil dan ringan dengan serbuk sari yang jumlahnya sangat banyak, sehingga penyerbukan yang terjadi sering karean bantuan angin.
  • Jenis jagung ada bermacam-macam, demikian juga dengan manfaat dari jagung juga bermacam-macam.
  • Tanaman jagung cocok tumbuh di daerah panas/tropis.
  • Tanah yang subur dengan banyak unsure organic adalah tempat hidup jagung yang baik.
  • Jagung dapat tumbuh dengan maksimal pada tanah yang derajat keasamannya 5 sampai 8.
  • Biasanya habitat jagung dilahan yang kering, kurang cocok untuk tanah yang terdapat air yang menggenang. Namun juga dapat ditanam disawah yang ada irigasinya serta sawah tadah hujan.
  • Jagung dapat dipanen 3 kali dalam setahun. Umur rata-ratanya untuk setiap kali panen adalah 120 hari.

Keanekaragaman tanaman
Seperti yang telah dikemukakan pada bagian terdahulu, tanaman jagung yang merupakan salah satu jenis tumbuhan monokotil/tumbuhan yang berbiji satu memiliki jenis yang bermacam-macam.

Macam-macam jagung

1.    Jangung komposit lamuru
Adalah varietas jagung yang toleran pada lahan yang kering. Banyak dibudidayakan diGorontalo dan NTB.

2.    Jagung sukmaraga
Adalah varietas jagung yang toleransi terhadap keasaman tanah. Banyak dikembangkan di Sumatra, Kalimantan dna Sulawesi yang banyak daerah rawanya.

3.    Jagung hibrida
Varietas jagung ini adalah hasil perkawinan silang, antara lain semar-10 dan Bima-1 yang diproduksi oleh swasta nasional di Blitar Jawa timur.

4.    Jagung bisi
Jagung bisi adalah salah satu varietas jagung yang diproduksi oleh perusahaan multinasional yang memiliki kelebihan dalam hasil produksinya.

5.    Jagung pioneer
Varietas jagung ini banyak  dibudidayakan karena punya kelebihan dalam hasil produksi.

6.    Jagung srikandi putih
Jensi jagung yang sudah disyahkan badan Litbang Pertanian, karena sudah mengalami penambahan asam amino sehingga lebih lengkap, yaitu asam amino lisin dan triptofan.

7.    Jagung manis
Sering disebut sweet corn, jenis jagung  ini rasanya ,manis, namun cepat mengalami perubahan kuaitas tertama pada masa pasca panen.

Sebenarnya amsih banyak lagi jenis jagung yang meruapakan hasil pembastaran/ perkawinan silang. Jagung jenis ini merupakan hasil penemuan untuk penyempurnaan jensi jagung yang dirasakan masih memiliki beberapa kekurangan.

Jenis-jenis jagung tersebut antara lain : jagung recol, jagung tipe genjah/yang berumur pendek, jagung arjuna. Jagung bisi 2, srikandi kuning, NK, Semar, komposit local, harapan, DMR, penjalinan, Kretek, metro, pandu, kumia putih dan masih banyak lagi jensi jagung yang baru yang merupakan pengembangan teknologi.

Kalau artikel ini bermanfaat bagi Anda, tolong share keteman anda melalui Facebook, google plus, atau twitter dengan cara mengklik tombolnya di bagian bawah halaman ini. Terima kasih atas partisipasinya.

Pecinta Tanaman - 5:37 PM

Sunday, January 18, 2015

Tips Memilih dan Membeli Bibit Jamur Tiram, Champignon, Merang, Kuping, Shitake, Lingzhi

Sunday, January 18, 2015

Tips Membeli dan Memilih Bibit Jamur

Bagi kita yang akan memulai budidaya jamur, tips ini bisa membantu untuk menghindari  atau mengurangi resiko terjadinya kegagalan dalam memilih bibit jamur.

Karena tidak sedikit para petani jamur mengalami kerugian yang cukup besar karena salahsatunya disebabkan awal mula memilih bibit yang kurang baik.

Jamur Tiram, Jamur Champignon, Jamur Merang, Jamur Kuping, Jamur Shitake, Jamur Lingzhi


Dan di bawah ini berlaku bagi semua jenis jamur ( jamur tiram, jamur kuping, jamur shitake, jamur merang, jamur champignon, atau jamur lingzhi), silahkan baca kriterianya di bawah ini:

  • Pilih bibit yang telah teruji. Hal ini dapat diketahui dari nilai BER (biological efficiency ratio) jamur. BER jamur tiram dan jamur lingzhi sekitar 75%, jamur kuping 50-85%, jamur merang 30-35%. Jamur shitake 35-75%, dan jamur champignon 25-40%.

  • Mencari informasi dari petani yang telah dulu melakukan budidaya  dan menyediakan bibit jamur.

  • Membeli bibit jamur dari instansi pemerintah atau perusahaan –perusahaan besar yang ternama . bila memungkinkan , beli bibit yang telah dilegitimasi atau sertifikasi.

  • Miselium berwarna putih telah tumbuh penuh dan merata di media tumbuhnya. Bila tidak merata, dikhawatirkan pada bagian yang tidak ditumbuhi miselium mudah terkontaminasi.

  • Bibit diketahui  waktu pembuatannya sehingga bisa diprediksi masa kadaluarsanya.

  • Mencari referensi dari pengusaha jamur yang sudah berhasil.


Tips Mempertahankan kualitas Bibit Jamur

Untuk mempertahankan bibit jamur agar tetap dalam kondisi prima harus ada perlakuan khusus yang harus diperhatikan, diantaranya sebagai berikut:

  • Perlakukan bibit jamur agar tetap dalam kondisi lingkungan yang dibutuhkan. Sebagai contoh, jamur tiram membutuhkan lingkungan dengan kondisi suhu pada  kisaran 24-29°C, kelembapan 90-100%, intensitas cahaya cukup, dan tidak kena sinar matahari langsung.

  • Hindarkan bibit jamur dari kontaminasi mikroorganisme lain yang dapat membahayakan pertumbuhan jamur. Oleh karena itu, semua aktivitas yang bersentuhan dengan bibit harus dilakukan secara steril agar bibit jamur tidak terkontaminasi.

  • Bibit jamur yang sudah dibuka harus digunakan sampai habis karena mudah terkena kontaminasi.

  • Bila bibit harus diangkut dan menempuh jarak yang jauh, pertahankan suhu dan kelembapan. Hindarkan dari terjadinya kerusakan wadah bibit karena bisa menjadi  pencetus kontaminasi.

Sumber: Usaha 6 Jenis Jamur Skala Rumah Tangga, Penerbit: Penebar Swadaya

Kalau artikel ini bermanfaat bagi Anda, tolong share keteman anda melalui Facebook, google plus, atau twitter dengan cara mengklik tombolnya di bagian bawah halaman ini. Terima kasih atas partisipasinya. 

Pecinta Tanaman - 2:29 PM

Tuesday, August 26, 2014

Cara Simple Budidaya Jamur Tiram Dengan hasil Maksimal

Tuesday, August 26, 2014

Diantara jenis jamur yang dapat dikonsumsi, jenis jamur tiram lah yang menurut saya rajanya, kenapa?, karena terbukti dengan banyaknya olahan makanan yang bahan dasarnya terbuat dari jamur tiram yang banyak diminati. 

Bahkan dikota-kota besar sudah banyak pedagang yang memakai roda dipinggir jalan yang menjual jamur krispi dengan berbagai rasa.  Jamur tiram walaupun sering dijadikan menu masakan tapi tidak sedikit juga jamur ini diolah menjadi makanan ringan.

Dengan tingginya minat masyarak Indonesia mengkonsumsi jamur tiram ini menyebabkan kebutuhan akan jamur tiram menjadi meningkat, terutama bagi para penyaji kuliner yang dimana daftar menunya selalu menghadirkan olahan jamur tiram.

Dengan keadaan seperti itu maka tidak heran banyak orang yang melirik cara budidaya jamur tiram ini, dengan tujuan untuk membudidayakannya (home industry). Hal ini bisa menjadi ladang usaha baru bagi siapapun yang ingin menekuni budidaya jamur tiram ini. 

cara budidaya jamur, budidaya jamur, budidaya jamur tiram, cara budidaya jamur tiram, jamur tiram, teknik budidaya jamur tiram

Namun bagi Anda yang akan memulai budidaya jamur tiram ini alangkah baiknya sebelum memulai budidaya mengetahui terlebih dahulu apa saja yang harus dilakukan dan bagaimana caranya, supaya pada saat melakukan budidaya jamur tiram ini dapat meminimalisir kegagalan, walaupun, kata sebagaian orang yang sudah pernah melakukan budidaya jamur tiram, mereka berkata “sangat simple dan mudah membudidayakan jamur tiram itu...”.

Langkah awal untuk memulai budidaya jamur tiram

Mengenal Jenis – jenis Jamur tiram yang dapat dibudidayakan:
  • Pleurotus floridae jamur tiram ini memiliki warna putih bersih.
  • P. ostreatus jamur tiram ini memiliki warna putih, dan putih kekuningan.
  • P. cystidious jamur tiram ini memiliki warna putih, kemerahan.
  • P. citrinopileatus jamur tiram ini memiliki warna kuning keemasan.
  • P. djamor jamur tiram ini memiliki warna ungu kemerahan.
  • P. eryngii jamur tiram ini memiliki warna kebiruan.
  • P. euosmus jamur tiram ini memiliki warna kecoklatan.
  • P. flabellatus jamur tiram ini memiliki warna merah jambu.
  • P. pulmonarius jamur tiram ini memiliki warna putih keabu-abuan.
  • P. sajor-caju jamur tiram ini memiliki warna kelabu.

Memilih bibit jamur tiram yang berkualitas

Walaupun ada yang berpendapat bahwa budidaya jamur tiram cukup mudah namun untuk pemilihan bibit ini tidak bisa dianggap mudah begitu saja karena tidak boleh asa-asalan harus yang memiliki kualitas bagus supaya hasil budidaya nanti akan maksimal. Tidak jarang diantara para petani jamur melakukan kesalahan atau tidak cermat dalam memilih bibit yang akhirnya menyebabkan miselium tidak tumbuh, tubuh buah tidak optimal dan hasil panen pun tidak maksimal.

Untuk menghindari bibit yang tidak berkualitas ada dua cara yang bisa kita lakukan, pertama, kita membuat sendiri dengan membibitkan bibit murni dan mendapatkan bibit F1, atau yang kedua, membeli bibit yang berkualiitas pada petani jamur atau beli di instansi penyedia bibit yang dapat dipercaya.

Bagi anda yang ingin membeli bibit jamur tiram perhatikan hal-hal berikut ini:

  • Pilih bibit yang telah teruji, cara mengetahuinya dari nilai BER (biological ratio) jamur. Untuk jamur tiram BER nya sekitar 75%.
  • Membeli dari instansi ternama yang memiliki sertifikasi atau dilegalkan pemerintah.
  • Miselium berwarna putih telah tumbuh penuh dan merata di media tumbuhnya. Bila tidak merata, dikhawatirkan pada bagian yang tidak ditumbuhi miselium mudah terkontaminasi.
  • Periksa tanggal pembuatannya atau kadaluarsanya.
  • Mencari informasi dari petani jamur yang sudah berhasil.

Media tanam untuk jamur tiram

Media tanam yang biasa digunakan untuk jamur tiram terdiri dari beberapa bahan yang dikombinasikan menjadi satu, apa saja bahan-bahan itu? Lihat di bawah ini:
  • Serbuk gergaji kayu sebanyak 80%
  • Bekatul sebanyak 10-15%
  • Kapur CaCo₃ sebanyak 3%
  • Dan Air kurang lebih 40-60%
Cara membuatnya:
Untuk membuat 100 kg media jamur tiram  dibutuh kan 80 kg serbuk gergaji kayu, 10-15 kg bekatul, dan 3 kg kapur semua bahan-bahan tersebut aduk sampai merata, kemudian tambahkan air sekitar 60%. Untuk mengetahui media sudah tercampur dengan baik, cara mengetesnya apabila digenggam tidak keluar air dan apabila dilepas tidak pecah. Ukuran diatas cukup untuk 100 baglog.

Fermentasi jamur tiram

Fermentasi media tanam penting dilakukan sebelum media digunakan untuk menanam jamur, yakni dengan cara  didiamkan selama 5-10 hari atau disesuaikan dengan kondisi bahan. Tujuannya adalah agar terjadi proses pelapukan/pengomposan pada media. Selama proses fermentasi, suhu media akan meningkat hingga mencapai 70°C, dan selama itu pula dilakukan pembalikan media setiap harinya agar proses pelapukan bisa merata disemua bagian media. Selain mempercepat pelapukan, fermentasi juga bertujuan untuk mematikan jamur liar yang dapat mengganggu pertumbuhan jamur tiram. Media yang siap digunakan ditandai dengan berubahnya warna media menjadi cokelat atau kehitaman.

Sterlisasi media tanam

Media tanam yang telah difermentasi dapat dimasukkan ke dalam kantong plastic jenis polipropilen. Media tersebut kemudian dipadatkan hingga berbentuk seperti botol (baglog). Selanjutnya, pada bagian atas plastic (leher kantong plastic) dipasang ring, disumbat menggunakan kapas,  dan dipasang penutup baglog agar air tidak masuk ke dalam kantong pada saat pengukuran.

Setelah baglog siap, proses sterilisasi dapat dilakukan, yakni dengan cara mengukusnya. Wadah pengukus paling sederhana yang dapat digunakan adalah  drum. Satu drum dapat memuat sekitar 60 baglog. Prinsip kerja sterlisasi adalah memanfaatkan panas uap air pada suhu 95-110°C dalam waktu 8-10 jam. Ketika suhu pengukusan telah mencapai 100°C, pertahankan selama 5 jam. Biasanya, waktu yang dibutuhkan untuk mencapai suhu 100°C, pertahankan selama 5 jam. Biasanya waktu yang dibutuhkan untuk mencapai 100°C adalah 3 jam, tergantung dari kestabilan api di tungku. Selanjutnya, wadah pengukus di buka dan didiamkan selama 5 jam agar suhu media tanam dalam baglog kembali normal.

Inokulasi

Baglog yang telah disterilisasi sebaiknya dipindahkan ke tempat inokulasi dan didiamkan selama 24 jam untuk mengembalikannya ke suhu normal. Ruangan inokulasi harus dalam ke adaan steril dan memiliki sirkulasi udara yang baik. Hal ini penting untuk meminimalisir tercemarnya baglog dari spora pathogen atau bakteri. Berikut tahap-tahap pengisisan bibit ke baglog.
  • Ambil botol bibit F3, lalu semprotkan alcohol ke botol tersebut. Panaskan sebentar mulut botol diatas api spiritus hingga sebagian kapas terbakar, lalu matikan api yang membakar kapas.
  • Setelah kapas penyumbat botol bibit dibuka, aduk-aduk menggunakan kawat yang sudah disterilkan diatas api.
  • Masukkan binit dari botol ke baglog hingga leher baglog penuh, lalu tutup kembali dengan kapas. Setiap balog diisi sekitar 10 g bibit.

Inkubasi

Inkubasi atau pemeraman bertujuan agar bibit yang telah diinokulasi segera ditumbuhi miselium. Untuk menunjang pertumbuhan miselium. Untuk menunjang pertumbuhan miselium pada jamur tiram, delanya ruang inkubasi memiliki suhu 24-29°C, kelembapan 90-100%, cahaya 500-1.000 lux, dan sirkulasi udara 1-2 jam. Setelah 15-30 hari masa inkubasi, biasanya miselium sudah tumbuh hingga separuh bagiab baglog. Bila miselium telah memenuhi baglog, pertanda baglog siap dipindahkan ke rumah kumbung untuk dibudidayakan hingga proses pemanenan. Namun, bila dalam waktu 1 bulan dari masa inkubasi baglog tidak ditumbuhi misellium, berarti proses inokulasi yang dilakuakn tidak berhasil.

Budidaya di rumah produksi atau kumbung

Bila baglog yang telah dipindahkan ke rumah kumbung telah dipenuhi misellium, lakukan pelubangan pada ujung baglog, yakni dengan menggunakan silet yang telah dsterilkan. Lubang tersebut nantinya akan menjadi tempat pertumbuhan tubuh buah jamur tiram.

Bila bibit jamur tiram yang dibeli adalah bibit F4, anda tidak perlu lagi melakukan tahapan penyiapan media hingga masa inkubasi karena bibit F4 dalam baglog bisa langsung ditempatkan di rumah kumbung. Biasanya, tubuh buah jamur akan terbentuk setelah 1-2 bulan dari penempatan baglog ke rumah kumbung.

Parameter yang perlu diperhatikan dalam budidaya jamur tiram

Parameter                     pembentukan Primordia                    pembentukan Tubuh buah
Temperature (°C)                    21-27                                                    21-28
Kelembapan (%)                     90-100                                                 90-95
Waktu tumbuh (hari)              3-5                                                       3-5
Cahaya (lux)                          500-1000                                             500-1000
Sirkulais udara (jam)             4-8               

Catatan di atas hanya rangkuman dari satu judul saja, untuk lebih lengkap dan terperinci silahkan baca buku "Usaha 6 Jenis Jamur Skala Rumah Tangga" yang disusun oleh Yohana Ipuk Sunarmi & Cahyo Saparinto, di buku tersebut tidak hanya membahas budidaya jamur tiram saja, jamur-jamur konsumsi lainya pun di bahas lebih jelas.

Sumber Buku: Usaha 6 Jenis Jamur Skala Rumah Tangga, Penerbit: Penebar Swadaya
Sumber Gambar: http://lifesofcaphehfamily.blogspot.com/

Kalau artikel ini bermanfaat bagi Anda, tolong share keteman anda melalui Facebook, google plus, atau twitter dengan cara mengklik tombolnya di bagian bawah halaman ini. Terima kasih atas partisipasinya.

Pecinta Tanaman - 9:12 PM

Thursday, July 10, 2014

Cara Menanam Cabe Di Musim Hujan Supaya Berhasil

Thursday, July 10, 2014

Cara menanam cabe di musim hujan memang butuh perhatian khusus terutama dalam memilih varietas cabe yang akan ditanam, karena tidak sedikit para petani  menanam cabe  di musim hujan yang pada akhirnya tidak sesuai yang diinginkan (merugi). Varitas cabe (local maupun hibrida) yang mampu bertahan baik dumusim hujan sangat sedikit. Oleh Karena itu, pengenalan sifat suatu varietas, terutama kepekaan terhadap hama dan penyakit, akan memudahkan penentuan varietas yanga akan ditanam.

Cara Menanam Cabe, budidaya cabe, menanam cabe, cara menanam cabai, budidaya cabai, cara budi daya cabe, bisnis cabe rawit, bisnis cabe, cara tanam cabe

Mengenal Sifat Varietas Local 

Varietas local (non-hibrida) yang mampu beradaptasi dimusim hujan adalah cabe besar tit super LV, dan cabe keriting local.

Tit super LV

Tit super LV meruapak cabe besar dataran rendah yang cocok ditanam sepanjang musim, terutama dimusim hujan. Pertumbuhan vegetative tanaman kuat, batang utama memiliki cabang lateral sedikit sehingga cabang utama tumbuh tegak dan tinggi. Tajuk tanaman kompak, daun berwarna hijau, kurang berlilin dan berukuran sedang. Buah berwarna merah tua pada saat matang, panjang buah 12-14 cm denagn diameter 1,5 cm. Umur panen 90 hari setelah semai dengan potensi hasil 20 ton per hektar.

Keriting local

Banyak varietas cabe keriting local Indonesia yang tahan terhadap hujan. Hal ini karena varietas ini telah diturunkan secara turun-menurun sehingga sangat sesuai untuk daerah local penanaman. Varietas keriting local yang tahan terhadap hujan misalnya keriting local kudus, rembang, lampung, sumatera barat, garut, karo, dan sebagainya. Selain cabe local daerah, ada cabe keriting local yang telah diseleksi perusahaan benih misalnya laris (East West seed), cemeti (Chia-Thai seed), select keriting (selektani), tampar (sang Hyang Seri), andal, prima, dan sebagainya.

a. Laris 
Varietas ini dapat ditanam pada ketinggian  0-700 m dpl. keseragaman tanaman tinggi, batang tegak, besar, dan kuat dengan percabangan banyak. Panjang buah 16-18 cm dengan warna buah merah mengilap pada waktu masak. Rasanya sangat pedas dengan produksi buah mencapai 15-18 ton per hektar.

b. Cemeti
Varietas cemeti merupakan cabe keriting seleksi dari cabai keriting local yang banyak ditanam di Indonesia. Varietas ini mmepunyai ketahanan penyakit yang sangat baik dan sangat sesuai untuk ditanam dimusim hujan. Bentuk buah kecil, panjang, dan keriting. Warna buah merah cerah pada saat masak dengan rasa buah yang sanga pedas. Panen perdana dapat dilakukan pada 75-85 ton/ha.

Cara Memilih Lokasi Penanaman Cabe

Lokasi penanaman merupakan unsur penting dan strategis dalam menentukan kesuksesan usaha bertanam cabe dimusim hujan. Belum tentu lokasi penanaman yang dianggap baik dapat diusahakan untuk bertanam cabe dimusim hujan.

Hindari lokasi bekas lahan Tanaman Solanaceae

Lokasi dipilihkan bekas pertanaman padi atau setidak-tidaknya bukan bekas lahan cabe atau bukan bekas tanaman family Solanaceae (tomat, kentang, terung, dan sebagainya). Lahan bekas tanaman kedelai, kacang hijau, buncis, jagung, kubis bunga, semangka, dan sebagainya dapat digunakan untuk bertanam cabe dimusim hujan. Letak lahan yang akan diusahakan sebaiknya juga jauh dari tanaman cabe, terung, atau tomat karena hama dan penyakit yang terdapat pada tanaman cabai tersebut akan berpindah ke tanaman lain yang masih muda.

Usahakan lokasi mendapat penyinaran optimal

Pada musim hujan, sinar matahari yang terik jarang muncul.oleh Karena itu, penanaman cabe dimusim hujan sebaiknya dilakukan didaerah yang terbuka dan tidak terlindung tanaman besar seperti pohon kelapa, bambu, atau cengkeh. Dengan demikian, tanaman dapat secara optimal menangkap cahaya matahari. Lokasi penanaman cabai dimusim hujan sebaiknya juga tidak terlalu dekat dengan sungai besar atau berada didaerah cekungan karena beresiko kebanjiran pada saat hujan lebat.

Pilih lokasi yang mudah dijangkau

Pada musim hujan, kecepatan  aliran sarana produksi pertanian ke lahan harus cepat supaya tetap utuh dan tidak rusak. Lokasi yang terlalu jauh masuk ke dalam akan menyulitkan pengangkutan sehingga ada tambahan ongkos angkut tenaga kerja. Lokasi penanaman yang paling baik di musim hujan haruslah dekat dengan lahan jalan untuk menghemat transportasi pengangkutan saprotan.

Hindari tanah liat dan masam

Jenis tanah yang sangat liat/lengket (kurang porous) seperti tanah grumosol dan podzolik merah kuning sebaiknya dihindari karena pembuangan air menjadi sulit bla terguyur hujan terus menerus. Tanah latosol cokelat, andosol, dan jenis tanah lain yang mudah membuang kelebihan air merupakan tanah yang ideal untuk bertanam cabe dimusim hujan.

Derajat kemasaman tanah (pH) sangat mempengaruhi pertumbuhan dan produksi tanaman cabe. Pada musim hujan, penanaman cabai pada tanah masam (pH<6) harus dihindari karena tanah masam sangat sesuai untuk perkembangan penyakit tanaman yang ditularkan lewat tanah seperti layu Fusarium, Phythophtora, dan lain-lain, derajat keasaman (pH) tanah yang sesuai untuk budidaya cabai berkisar antara pH 5,5-6,8, sedangkan pH optimal 6,0-6,5. 

Pada umumnya tanah di Indonesia ber –pH rendah (masam) yaitu berkisar 4,0-5,5. Untuk meningkatkan pH tanah dapat ditambahkan kapur pertanian seperti kalsit atau dolomite (Calmag). Untuk mengetahui pH tanah dapat digunakan alat pH meter yang tersedia di took-toko pertanian besar.

Usahakan ketinggian penanaman 200-600 m dpl

Lokasi penanaman cabe pada musim hujan dapat berada pada semua ketinggian dari 0-1.200 m dpl. Namun, untuk hasil optimal sebaiknay lokasi penanaman dipilih pada ketinggian 200-600 m dpl. Pada ketinggian di atas 600 m dpl kabut sudah kering turun sehingga kelembaban tanaman terlalu tinggi. Akibatnya perkembangan penyakit sangat cepat.

Mempersiapakan Lahan Penanaman Untuk Musim Hujan

Penyiapan lahan untuk penanaman cabe dimusim hujan berbeda dengan pada saat musim kemarau. Perbedaan itu terletak pada kedalaman dan lebar saluran pembuangan air.

Buatlah bedengan yang mampu mengantisipasi banjir

Pada musim hujan, air sangat melimpah sehingga kelebihan air harus dibuang tuntas. Agar terhindar dari hal-hal buruk selama musim hujan maka bedengan dibuat dengan ukuran sebagai berikut.

  • Lebar bedengan 100-110 cm
  • Lebar selokan 60-70 cm, berarti lebih lebar daripada ukuran  dimusim kemarau. Hal ini untuk memperlancar sirkulasi udara dan mempermudah penyemprotan sebab kondisi tanaman lebih subur pada musim hujan sehingga kemungkinan tajuk tanaman akan saling bertumpukan.
  • Panjang bedengan diusahakan tidak lebih dari 12 m untuk mempermudah pemeliharaan tanaman dan pembuangan air yang berlebihan.
  • Tinggi bedengan minimal 50 cm. agar akar tanaman tidak tergenang langsung pada saat hujan deras. Selain itu, air hujan juga dapat dibuang tuntas sehingga risiko kematian terkurangi. Petani tradisional di Brebes sudah biasa menerapkan hal ini. Petani cabai hibrida yang juga menerapkan cara ini diantaranya petani Tasikmalaya, Sukabumi, Bogor, Yogyakarta, dan Magelang.

Lakukan pengapuran lahan bersamaan dengan pembajakan

Pengapuran bertujuan untuk menaikkan pH tanah yang semula asam menjadi mendekati netral.  Pengapuran  juga dapat menambah unsur hara kalsium (Ca) maupun magnesium (Mg) yang sangat diperkaptan CaCO3 dan dolomite Ca Mg (CO3). Dosis yang biasa digunakan untuk pengapuran pada saat pembajakan adalah 2-4 ton/ha atau sekitar 200-400 g per m².

Pengapuran  pada musim hujan sebaiknya dilakuakn bersamaan dengan pembajakan tanah. Dengan cara demikian diharapkan kapur akan segera bereaksi dan siap menteralkan kemasan tanah sebelum bibit cabai ditanam dilapangan.

Pupuklah bedengan dengan jenis dan dosis yang tepat

Pada musim hujan, total pupuk yang diberikan bersamaan dengan pemasangan mulsa plastic-hitam perak (PHP) sebanyak 85% dari penanaman di musim kemarau karena jumlah air yang melimpah dimusim hujan akan mudah malarutkan pupuk pada bedengan. Namun, perlu perhatikan bahwa pada  musim hujan ini komposisi pemupukan sebaiknya tidak terllau banyak mengandung unsure nitrogen karena unsure nitrogen akan diperoleh juga dari udara bebas.

Kelebihan unsur nitrogen menyebabkan barang tanaman cabe banyak mengandung air (sekulen). Tanaman yang sekulen akan mudah terserang hama dan penyakit. Selengkapnya komposisi pemupukan cabe dimusim hujan.

Jensi dan dosis pupuk cabai di musim hujan
Jenis pupuk                        dosis per tanaman (gram)                            Dosis per ha (kilogram)
Pupuk kandang                                 1.000                                                                     16.000
ZA                                                         20                                                                           320
Urea                                                      10                                                                           160
TSP (SP-36)                                         35                                                                           560
KCl                                                       20                                                                           320
Borate                                                   1                                                                              16
Furadan/Petrofur                                  2                                                                              32

Pupuk kandang diberikan pada saat bedengan selesai 70%. Pemberian dilakukan per bedengan dengan memeprkirakan satu tanaman mendapatkan dosis 1 kg. setelah pupuk kandang ditebarkan, lahan dicangkul kecil-kecil agar pupuk kandang bersatu dengan tanah bedengan. Selang waktu antara penebaran pupuk kandang dan pupuk kimia kira-kira 2 minggu.

Sebelum pupuk kimia ditebarkan, kondisi bedengan yang akan dipupuk harus basah oleh air hujan atau telah tergenangi air pada malam sebelumnya. Pupuk ditebarkan secara merata di seluruh permukaan bedengan. Bedengan kemudian dicangkul agar pupuk berbaur dengan tanah. Setelah itu, bedengan dirapikan dengan menghaluskan/meratakan permukaannya menggunakan potongan bilah bamboo besar atau sisi-sisi tepi cangkul.

Bedengan yang telah dipupuk dan dirapikan disebut sebagai bedengan jadi. Bedengan air ini disiram secukupnya kemudian segera ditutup dengan mulsa PHP.

Pasanglah mulsa dengan bantuan pasak penjepit

Pemasangan mulsa PHP idealnya menunggu saat cuaca panas atau antara pukul 09.00-14.00 sebab dalam kondisi panas, mulsa plastic-hitam perak akan mudah mengembang bila ditarik kencang. Namun, sinar matahari yang terik sulit diperoleh pada musim hujan. Untuk mengatasi hal ini, mulsa PHP dikaitkan terlebih dahulu dengan  perak penjepit mulsa yang terbuat dari bilah bambu pada ujung-ujung bedengan. 

Dengan demikian, bedengan telah tertutup mulsa PHP sehingga pupuk yang telah disebar pada permukaan bedengan tidak hanyut oleh hujan. Esok paginya, pada saat panas, mulsa pada sisi-sisi bedengan dirapkan (dikaitkan) pada tanah.

Sehari menjelang penanaman, dibuat lubang penanaman pada mulsa PHP. Pelubang plastic mulsa berupa pelat besi yang diisi arang bakar denagn diameter lingkaran 10 cm. jarak tanam pada system zig-zag adalah 60 cm x 65 cm, sedangkan pada system berhadap-hadapan 60 cm x 60 cm. untuk mendapatkan hasil optimal, jarak tanam dibuat secara berseling (zig-zag).

Usahakan populasi tanaman tidak terlalu padat

Populasi tanaman cabe dimusim hujan sebaiknya tidak terlalu padat agar tidak merangsang pertumbuhan dan perkembangan hama serta penyakit tertentu. Kepadatan tanaman sebaiknya tidka lebih dari 17.000 tanaman per hektar dan idealnya 16.000 tanaman per hektar untuk lahan datar dan 14.000 tanaman untuk lahan terasering. Jarak tanam yang digunakan untuk musim hujan yaitu 60 cm x 65 cm dengan system tanam zig-zag atau 65cm x 70 cm dengan system tanam berhadap-hadapan antar tanaman.

Apabila lahan penanaman berbentuk terasering (bukan hamparan) maka penananamn sebaiknya dimulai dari hamparan paling bawah. Dengan demikian, bila tanaman paling tua terserang penyakit tidak akan menular ke tanaman yang lebih muda lewat air pengairan.

Gunakan bibit yang seragam untuk penanaman satu petak

Di dataran rendah sampai menengah (0-700 m dpl) bibit cabe hibrida siap ditanam pada umur 20 hari setelah semai, sedangkan cabe local 25 hari setelah semai. Untuk praktisnya, apabial tidak memperhitungkan umur, bibit dianggap siap tanam bila telah berdaun 3-4 helai.

Pada musim hujan, penanaman cabe dapat dapat dilakukan kapan saja, asalkan kondisi udara tidak terlalu panas. Sebelum ditanam, plastic polibag dilepaskan. Caranya, ujung permukaan tanah media semai agak dipadatkan kemudian plastic dibuka secara perlahan (kalau perlu dirobek). Bibit dalam satu patak penanaman harus seragam sehingga pertumbuhan  dan produktifitasnya relative seragam. Apabila dipaksakan menanam bibit yang kurang seragam dalam satu bedengan maka bibit yang ukurannya kecil akan kalah dalam penyerapan air makanan dari tanaman disekitarnya.

Kalau artikel ini bermanfaat bagi Anda, tolong share keteman anda melalui Facebook, google plus, atau twitter dengan cara mengklik tombolnya di bagian bawah halaman ini. Terima kasih atas partisipasinya.

Sumber Buku : Kiat Sukses BERTANAM CABAI DI MUSIM HUJAN, Penerbit : Penebar Swadaya
Sumber Gambar : http://www.dreamstime.com/royalty-free-stock-images-red-chilli-pepper-plant-image23161749

Pecinta Tanaman - 11:14 PM

Thursday, November 14, 2013

Klasifikasi Kacang Panjang dan Morfologinya

Thursday, November 14, 2013

Ordo : Rosales
Familia : Leguminoceae
Subfamilia         : Papilionaceae
Genus (marga) : Vigna
Spesie (jenis) : Vigna sinensis L. Savi ex Hassk

Klasifikasi kacang panjang, morfologi kacang panjang
Vigna sinensis ssp. Sequipedalis
Spesies vigna sinensis L. memiliki banyak varietas yang kini sudah banyak dibudidayakan oleh masyarakat
Deskripsi dan morfologi tanaman kacang panjang

Tanaman kacang panjang (vigna sinensis L.) termasuk ke dalam jenis sayuran buah semusim (berumur pendek) seperti hal nya terung, labu, tomat, buncis, pare, kacang tunggak, cabai, mentimun, dan sebagainya. 

Tanaman kacang panjang berbentuk semak atau perdu yang bersifat membelit  atau merambat . Tinggi tanaman kacang panjang dapat mencapai 2 meter atau lebih.

Secara morfologi, bagian atau organ-organ penting tanaman kacang panjang yaitu akar, batang, daun, bunga, buah, dan biji.



1. Akar tanaman
Tanaman akar panjang berakar tunggang dan berakar serabut. Akar tunggangnya tumbuh lurus ke dalam hingga mencapai kedalaman 30 cm, sedangakan akar serabutnya tumbuh menyebar kea rah samping (horizontal) dan tidak dalam. Panjang akar serabut mencapai 26 cm.

2. Batang
Batang tanaman kacang panjang memiliki cirri-ciri liat, tidak berambut, berbentuk bulat, panjang, bersifat keras, dan berkuran kecil dengan diameter sekitar 0,6 cm-1 cm. Tanaman yang pertumbuhannya bagus, diameter batangnya dapat mencapai 1,2 cm lebih.

3. Daun
Daun kacang panjang merupakan daun majemuk yang bersusun tiga helaian. Daun berbentuk lonjong dengn ujung daun runcing (hampir segitiga). Tepi daun rata, tidak berbentuk, dan memiliki tulang-tulang daun yang menyirip. Kedudukan daun tegak agak mendatar dan memiliki tangkai utama. 

Daun panjangnya antara 9 cm-13 cm dan panjang tangkai daun 0,6 cm. permukaan daun kasar, permukaan daun bagian atas berwarna hijau tua, sedangkan permukaan daun bagian bawah berwarna lebih muda. Ukuran daun kacang panjang sangat bervariasi, yakni panjang daun antara 9 cm-15 cm dan lebar daun antara 5 cm-8 cm.

4. Bunga
Bunga tanaman kacang panjang tergolong bunga sempurna, yakni dalam sau bunga terdapat alat kelamin betina (putik) dan alat kelamin jantan (benang sari). Bunga memiliki tipe zygomorphus (bilateral simetri) dan memiliki bentuk menyerupai kupu-kupu (papilona cues).

Bunga terdiri atas tangkai bunga, kelopak bunga, mahkota bunga (daun mahkota), benang sari, dan kepala putik. Bunga tanaman kacang panjang memiliki dua tangkai,  yakni tangkai utama dan tangkai bunga. Tangkai utama berbentuk panjang dan tidak bercabang, serta panjang antara 9 cm-13cm dengan diameter 2 mm. sedangakan tangkai bunga sangat pendek, dan panjangnya sekitar 3 mm.

5. Buah atau polong
Buah tanaman kacang panjang berbentuk bulat panjang dan ramping. Buah kacang panjang ini biasa disebut polong. Polong kacang panjang memiliki ukuran panjang bervariasi antara 30 cm-100 cm, bergantung pada jenis dan varietasnya.

Demikian pula warna polongnya juga bervariasi,  antara putih dan putih kekuning-kuningan (polong tua), hijau, hijau muda, dan hijau keputih-putihan (polong muda), bergantung pada jenis dan varietasnya.

6. Biji 
Biji kacang panjang berbentuk bulat panjang dan agak pipih, tetapi kadang-kadang juga terdapat sedikit melengkung. Biji yang telah tua memiliki warna yang beragam, yaitu kuning, cokelat, kuning kemerah-merahan, putih, hitam, merah, dan putih, bebercak merah (merah putih), bergantung pada jenis dan varietasnya. Biji memiliki ukuran besar (panjang x lebar), yaitu 8-9 mm x 5-6 mm.


Kalau artikel ini bermanfaat bagi Anda, tolong share keteman anda melalui Facebook, google plus, atau twitter dengan cara mengklik tombolnya di bagian bawah halaman ini. Terima kasih atas partisipasinya.

Pecinta Tanaman - 11:25 AM

Friday, November 8, 2013

Klasifikasi Tanaman Sawi Putih

Friday, November 8, 2013

Klasifikasi Tanaman Sawi Putih
Dalam ilmu tumbuhan, tanaman sawi putih diklasifikasikan sebagai berikut:
Divisi : Spermatophyta (tanaman berbiji)
Sub Divisi  : Angiospermae (biji berada didalam buah)
Kelas : Dicotyledonae (biji berkeping dua atau biji belah)
Ordo : Rhoeadales ( Brassicales)
Famili : Cruciferae ( Brassicaceae)
Genus : Brassica
Spesies : Brassica pekinensia L

Klasifikasi tanaman sawi putih, Klasifikasi tanaman sawi, tanaman sawi,

Sawi putih yang tergolong spesies Brassica pekinensia L memiliki banyak varietas, diantaranya ada yang berbulu dan tidak berbulu. Varietas yang berbulu memiliki ciri-ciri daun kasar, berkerut-kerut, berbulu halus sampai kasar, bentuk krop bulat, bulat memanjang, atau variasi  bentuk lainnya yang umumnya kompak atau padat. 

Misalnya, Varietas yokohama, superking, Eikun, Deli-3, Okinawa, summer bright, Early Spring,dan lain sebagainya. 

Sedangkan varietas yang tidak berbulu memiliki ciri-ciri daun mulus, berkerut-kerut, tidak berbulu,  bentuk krop bulat, bulat memanjang atau variasi bentuk lainnya yang umumnya kompak atau padat. Misalnya, varietas LUI, SP8-IQ, jade crown, fine zone, Whire sun, dan lain sebagainya.

Deskripsi dan Morfologi Tanaman Sawi Putih
Sawi putih ( Brassica pekinensia L) termasuk jenis tanaman sayuran daun dan tergolong ke dalam tanaman semusim ( berumur pendek). 

Tanaman tumbuh pendek dengan tinggi sekitar 26 cm-33 cm atau lebih, tergantung dari varietasnya. Tanaman sawi putih membentuk krop, yaitu kumpulan daun-daun yang membentuk kepala.

Tanaman sawi putih berakar serabut yang tumbuh dan berkembang secara menyebar ke semua arah di sekitar permukaan tanah, sehingga perakarannya sangat dangkal pada kedalaman sekitar 5 cm. Tanaman sawi putih tidak memiliki akar tunggang.

Perakaran tanaman sawi putih dapat tumbuh dan berkembang dengan baik pada tanah yang gembur, subur, mudah meyerap air, dan kedalaman tanah ( solum tanah) cukup dalam.

Tanaman sawi putih memiliki batang sejati pendek  dabn bersayap terletak pada bagian dasar yang berada di dalam tanah. Batang sejati bersifat  tidak keras dan berwarna keputih-putihn. Batang sejat memiliki ukuran panjang 1,5 cm, dan diameternya 3,5 cm. Pada umumnya batang sawi putih bercabang.

Daun tanamn sawi putih berbentuk bulat panjang (lonjong) dan agak lebar, kasar, berkerut-kerut, berbulu halus sampai kasar ( namun ada yang berdaun halus dan tidak berbulu), berwarna hijau muda sampai hijau tua. 

Daun memiliki tangkai daun yang panjang, berwwarna putih,, agak lebar dan pipih, bersifat lemas dan halus. Pelepah-pelepah tersusun saling membungkus dengan pelepah-pelepah daun yang lebih muda sehingga membentuk kepala (krop), akan tetapi pada daun-daun tua (paling bawah) membuka. 

Di samping itu, daun juga memiliki tulang-tulang daun yang menyirip dan bercabang-cabang.
Daun tanaman sawi putih merupakan bagian tanaman yang dikonsumsi dalam berbagai bentuk makanan, terutam bagian kropnya (kumpulan-kumpulan daun yangmembentuk kepala).

Untuk mengetahui cara budidaya sawi putih silahkan klik budidaya sawi putih

Kalau artikel ini bermanfaat bagi Anda, tolong share keteman anda melalui Facebook, google plus, atau twitter dengan cara mengklik tombolnya di bagian bawah halaman ini. Terima kasih atas partisipasinya.

Sumber:
Buku: "Teknik Budi Daya dan Analisa Usaha Tani Sawi Putih"  Penerbit Aneka Ilmu

Pecinta Tanaman - 5:36 PM