;

Translate

Showing posts with label Budidaya Buah-buahan. Show all posts
Showing posts with label Budidaya Buah-buahan. Show all posts

Saturday, April 25, 2015

Cara Stek Pohon Tanaman Mangga

Saturday, April 25, 2015

Cara Stek Pohon Mangga

Stek adalah suatu cara pengembangbiakkan secara vegetative dengan memotong cabang, atau bagian batang lain dengan panjang tertentu. Potongan itu ditanam untuk memperoleh tanaman baru. Pembibitan mangga dengan stek dapat dilakukan dengan cara dikerat, dipotong dan diberi hormone.

cara stek pohon mangga, cara stek tanaman, cara stek tanaman mangga, cara stek mangga, cara stek tanaman mangga, cara stek tanaman buah, stek mangga, stek tanaman buah;


Stek kerat
Perbanyakan stek mangga dengan cara dikerat dapat dilakukan sebagai berikut.
1) Pilih cabang atau ranting sehat, berdiameter 1-2 cm.
2) Sekitar 30 cm dari ujung, kulit cabang dikerat melingkar selebar 2,5 cm.
3) Sekitar 1-3 bulan kemudian berbentuk kalus.
4) Cabang yang pangkalnya berkalus dipotong dari pohon induknya sebagai bibit stek.
5) Stek yang pangkalnya  berkalus lebih cepat membentuk akar dibanding stek yang tidak berkalus.

Stek potong
Perbanyakan stek mangga dengan cara dipotong berlangsung sebagai berikut.
1) Pilih cabang atau ranting berdiameter 10-20 mm panjang 10-15 mm, memiliki 3-5 mata.

2) Cabang atau ranting dipotong dengan gunting tajam. Pemotongan  di bagian atas sekitar 3 mm dibawah mata yang paling bawah, sebaiknya datar. Potongan miring disebelah atas untuk mencegah masuknya air ke dalam stek  agar tidak busuk. Potongan datar dibagain bawah membantu terkumpulnya callus untuk pertumbuhan akar.

3) Semua daun dihilangkan, kecuali satu atau dua daun yang telah dipotong separuh pada ujung stek . Adanya sisa daun. Untuk membantu proses terbentuknya akar agar tumbuh lebih cepat. Hal ini dimungkinkan, karena masih ada zat pendorong pembentuk akar (rhizocaline) dalam daun.

Diberi hormone
Mangga yang distek kadang-kadang sukar menghasilkan akar baru. Untuk mengatasinya dapat diberi hormone akar. Perlakuannya dapat dengan celup atau talek.

Jenis hormone perangsang pertumbuhan akar stek adalah asal indol asetat (AIA), asam naphthalene asetat (ANA), dan asam indol butiran AIB. Yang paling efektif AIB.

1) Cara celup
Kristal hormone dilarutkan dalam alcohol 95%, kemudian diencerkan dengan air bersih sampai kadar tertentu. Untuk IAI dibuat 500 dan 1.000 ppm, ANA 5.000 ppm, AIB 5.000 dan 10.000 ppm.

Istilah ppm adalah singkatan dari parts per million (bagian per juta), untuk menyetakan kadar larutan. Kalau kadar larutan AIA 500 ppm, artinya 500 bagian AIA dilarutkan dalam satu juta bagian air. Misalnya 5 gram IAI dilarutkan dalam 10 liter air.

Larutan hormone diukur dalam bejana gelas, tinggi larutan sekitar 2 cm. potongan stek mangga diikat menjadi satu, lalu dimasukkan ke dalam bejana gelas dalam kedudukan tegak lurus, dan dibiarkan terendam dalam larutan hormone selama 24 jam.

Ketika memasukkan stek dalam bejana jangan sampai terbalik. Pangkal stek yang dicelupkan dalam larutan hormone. Begitu pula ketika bibit stek ditanam, juga jangan terbalik. Sebelum bibit stek ditanam, cuci bersih terlebih dahulu bagian pangkal bibit yang dicelup dalam larutan hormone dengan air kran.

2) Cara talek 
Stek dimasukkan ke dalam talek yang telah dicampur hormone tersebut diatas. Stek dimasukkan pada talek sedalam 2 cm, kemudian diketuk-ketuk agar talek yang melekat pada pangkal stek hanya tipis saja.

Ketika menanam, stek jangan langsung ditusukkan ke tanah, buat dulu lubang tanam yang cukup lebar. Saat stek dimasukkan  kedalam tanam talek tidka bergeser atau hilang. Kemudian media tanam ditekan agak kuat untuk menghindari adanya kantong udara disekitar stek.

Selain hormone , talek juga mengandung fungisida misalnya Thiram )tetramethylthiuramdisulfida). Contoh talek yang mengandung hormone dan fungisida. Misalnya Rootane.

Rootane mengandung bahan aktif yang tersusun sebagai berikut.

1-Naphthaleneacetamida……….0,067%
Asam 2-methyl-1-naphthaleneacetat…….0,033%
2 Methyl-1-naphthaleneacetamida………0,013%
Asam indole-3-butirat……………….0,057%
Thiram…………………………………………4,000%

Media perakaran
Media perakaran stek mangga biasanya menggunakan pasir yang masih dicampur sejenis lumut (sphagnum). Bisa juga media perakarannya menggunakan endapan bahan organis tanaman yang belum terurai semppurna seperti peat.

Peat memilk sifat dapat menyimpan air dalam jangka waktu lama. Sedangkan pasir tidak dapat menyerap air, mudah kering, namun pertukaran udaranya baik.

Dengan media perakaran tersebut akan diperoleh media semai untuk stek mangga dengan pH yang baik, berkisar antara 4,5-7,0, kalau pH media perakaran lebih dari 7,0 hasilnya kurang baik.

Media perakarn dimasukkan ke tempat semaian berupa kontak kayu atau pot. Letakkan kotak ditempat teduh. Dapat juga disemai dilapangan, asal tanahnya diganti dulu dengan bahan semai tersebut diatas. Buatkan atap peneduh, agar suasanyanya sejuk.

Cara menyemai stek
Stek ditanam miring bersudut 45° C, yang masuk dalam media perakaran sekitar 2/3 bagian. Jarak tanam 5-10 cm. daun yang terletak dekat media perakaran, berfungis sebagai pelindung tunas.

Media perakaran harus dijaga tetap lembap. Kalau terlihat akan kering segera disiram air. Untuk menjaga kelembapannya awet, berilah atap diatas stek.

Setelah akar keluar, stek dipindah ke keranjang bambu, kantong plastic hitam (polybag), atau pot berisi campuran tanah dengan kompos.

Ketika mengeranjangkan, perakarn bibit stek diatur agar menyebar. Beri sedikit tekanan pada media tanam agar kedudukan bibit bisa tegak, dan tidak mudah roboh. Selanjutnya ditaruh di tempat terlindung. Agar media tanam tetap lembap, penyiraman dilakukan teratur setiap hari.


Kalau artikel ini bermanfaat bagi Anda, tolong share keteman anda melalui Facebook, google plus, atau twitter dengan cara mengklik tombolnya di bagian bawah halaman ini. Terima kasih atas partisipasinya.

Pecinta Tanaman - 1:28 PM

Sunday, April 12, 2015

Tanaman Sawo Dan Morfologinya

Sunday, April 12, 2015

Taksonomi dan morfologi Tanaman Sawo

Kedudukan tanaman sawo dalam sistematika (taksonomi) tumbuhan diklasifikasikan sebagai berikut:

Divisi  : Spermatophyta (tumbuhan berbiji)
Subdivisi : Angiospermae (berbiji tertutup)
Kleas : Dicotyledonae (biji berkeping dua)
Ordo : Ebenales
Famili : Sapotaceae
Genus: Achras atau manilkara
Spesies: Achras zapota Auct, non.L,sinonim dengan Manilkara achras (Mill) Fosberg, atau M. zapotatila (jacq) Gilly.

Tanaman sawo,khasiat buah sawo, kasiat buah sawo, buah sawo, budidaya sawo, cara menanam sawo, kandungan buah sawo


Kerabat dekat dari sawo-sawoan (Sapotaceae) cukup banyak, diantaranya adalah campoleh atau sawo belanda (Madhuca cuneata (B1.). Macbr,. 

Sawo kecik (Manilkara kauki (L.) Dubard), abiu atau sawo durian Australia (Pouteria caimito), dan sawo liar yang disebut ketiau atau melali atau bassia (Bassia longofolia L. sinonim dengan payena lotifolia Burck.). 

Sawo liar  atau bassia bersifat tahan terhadap serangan hama atau penyakit, sistem perakarannya kut dan dalam, serta tahan kekeringan. Pada skala penelitian, tanaman bassia digunakan sebagai batang bawah penyambungan (grafting), terutama tekhnik sambung pucuk  (top grafting).

Hasil penelitian pendahuluan  pada tahun 1984 tantang sambung pucuk antara batang bawah bassia dan sawo member gambaran menggembirakkan terhadap tujuan perbanyakan tanaman secara vegetative. 

Sambung pucuk bassia dengan sawo betawi menunjukkan tingkat keberhasilan rata-rata 56,3%, dengan sawo kelapa 47,5%, dan dengan sawo manila 47,4%. 

Meskipun hasil sambungan amat cocok (kompatibel), tetapi baru-baru ini dilaporkan bahwa tanaman sawo hasil penyembungan dengan bassi tidak berbuah lebat, dan rasa buah  tidak manis.

Tanaman sawo hidup menahun (perennial), batang berkayu keras, dengan sistem percabangan  cukup rapat mulai dari bagian bawah batang hingga ke ujung tanaman. Pohon sawo dapat mencapai ketinggian 20 m atau lebih dan tampak rindang karena berdaun lebat.

Daun sawo berbentuk bundar memanjang, tumbuh bergerombol pada bagian ujung tangkai atau ranting; permukaan daun bagian atas berwarna hijau mengkilap dan bagian bawah berwarna hijau muda atau kecoklat-coklatan, tergantung jenis sawo

Daun sawo variegate berwarna belang-belang atau  variasi warna hijau dengan bercak kekuning-kuningan.

Pada fase reproduksi, bunga sawo akan muncul dari ketiak-ketiak daun. Bunga sawo berkelamin dua (biseksual), memiliki 6 tangkai benang sari, dan berwarna coklat kemerah-merahan.

Buah yang berbentuk menggantung pada tangkai buah. Bentuk  buah sawo bervariasi, antara bulat, bulat telur, atau bulat memanjang. 

Kulit buah yang tua (matang) berwarna cokelat, coklat kekuning-kuningan, atau coklat kemerah-merahan, bahkan pada sawo durian berwarna hijau mengilap. 

Sumber: SAWO   Penerbit: KANISIUS

Kalau artikel ini bermanfaat bagi Anda, tolong share keteman anda melalui Facebook, google plus, atau twitter dengan cara mengklik tombolnya di bagian bawah halaman ini. Terima kasih atas partisipasinya.

Pecinta Tanaman - 5:05 PM

Cara Stek Tanaman Jeruk

Cara Stek Tanaman Jeruk

Stek yaitu cara mengembangbiakkan tanaman dengan mengambil bagian dari tanaman, misalnya ranting, cabang, daun, atau  akar. 

stek tanaman jeruk, cara stek tanaman, cara stek pohon mangga, cara stek mangga, cara stek tanaman buah, gambar stek, cara menyetek tanaman jeruk


Banyak jenis jeruk yang dapat diperbanyak dengan stek, ada yang mudah dan ada yang sukar pertumbuhan akarnya. 

Jeruk lemon (Citrus limon. (L) Burm.f), jeruk nipis (Citrus aurantifolia Swing ), jeruk sukade (Citrus medica L.), bial distek mudah keluar akarnya. 

Jeruk keprok (Citrus reticulate Blanco) paling sukar dan lambat mengeluarkan akar. Jeruk manis, jeruk grafepruit (Citrus paradici Macf), jeruk trifoliate (Poncirus trifoliate L.), keluarnya akar intermediate (antara jeruk lemon dan jeruk keprok).

Stek diambil dari tanaman yang sehat, pertumbuhannya kuat, dari cabang yang telah keras (dewasa). Stek yang diambil dari klon yang muda lebih cepat keluar akar daripada yang diambil dari klon yang telah tua. 

Perkembanagn perakaran dari klon yang sangat muda akan mengeluarkan seperti akar tunggang  sedangkan yang dari klon tua cenderung tumbuh akar lateral (menyamping).

Panjang setek sekitar 7,5-15 cm. Daun jangan dipotong semua, dissisakan lebih kurang 4 helai daun. Bagain pangkal di potong mendatar jangan miring, bagian atas dipotong miring. Bila pemotongan pangkal miring, akan cenderung keluar akar lebih sedikit.

Pembentukan akar pada stek dapat dirangsang dengan hormone IBA (indole-butyric acid) dalam talek dengan konsentrasi 3.000-8.000 ppm (bagain per juta). 

Dasar stek dimasukkan dalam talek yang lembap, maka talek akan melekat pada dasar stek. Kemudian ditanam dalam media perakaran yang telah disediakan. 

Cara lain, dapat dipergunakan 20 mg Kristal IBA dimasukkan dalam larutan alcohol 1 cc yang ditambah dengan 1 cc air. Dasar dari setek dimasukkan sedalam ± 0,5 cm selama 1-2 detik, lalu ditanam dalam media perakaran.

Sumber:   JERUK MANIS.  Penerbit: Penebar Swadaya

Pecinta Tanaman - 4:42 PM

Saturday, April 11, 2015

Klasifikasi Buah Srikaya

Saturday, April 11, 2015

Botani tanaman srikaya

Tanaman srikaya berbentuk pohon tegak dan hidup tahunan. Dalam tata nama tumbuhan, srikaya diklasifikasikan sebagai berikut.

buah srikaya, tanaman srikaya, srikaya, budidaya srikaya, cara menanam srikaya, manfaat buah srikaya, khasiat buah srikaya


Kingdom : Plantae
Divisio : Spermatophyta
Subdivisio : Angiospermae
Kelas : Dicotyledonae
Ordo : Polycarpiceae
Genus : Annona
Spesies : Annona squamosa Linn.

Spesies dari family  Annonaceae ini sangat banyak. Ada yang dimanfaatkan untuk tanaman hias, tanaman indrustri, tanaman buah, bahkan saat ini ada yang tergolong tanaman langka seperti Stelechocripus burahol (burahol,, kepel).

Sebagai tanaman tingkat tinggi, srikaya memiliki bagian-bagian tanaman yang lengkap.

1. Daun 
Daun tanaman srikaya berbentuk lanset, ujungnya meruncing, berwarna hijau muda, duudk daun berselang-seling pada batang atau ranting dan pinggiran daun rata.

2. Batang 
Batang tanaman srikaya berkayu, berbentuk perdu, hidupnya menahun, memiliki percabangan yang banyak, dan tingginya mencapai 8 m.

3. Bunga 
Bunga tanaman srikaya berwarna kuning keputih-putihan dan keluar dari ketiak daun pada ujung cabang atau ranting. Mahkota bunga panjang, terdiri atas 3 lembar, dan tersusun secara acyclic, dengan pistil majemuk. Sistem pembungaanny tunggal.

4. Buah 
Buah srikaya bersisik halus dan setiap sisik merupakan karpel yang berisi satu butir biji. Buah srikaya yang  masih muda berwarna hijau. Buah srikaya yang sudah tua berwarn hijau kekuningan, pecah, lembek, dan mengeluarkan aroma harum yang khas. 

Daging buah berwarna putih dan terasa seperti ‘berpasir’. Berat buah rata-rata 80-g-200 g dan jumlah buah per pohon per  musim sekitar 50 buah untuk tanaman dewasa.

5. Biji 
Biji buah srikaya berwarna coklat kehitam-hitaman, halus, keras, dan bagian ujungnya tumpul. Dalam satu buah terdapat sekitar 20-40 butir biji dan berat rata-rata 0,6 g per biji. Biji mengandung 45% minyak yang tidka mengering dan berwarna kuning (niet drogende olie).

Sumber: BUDI DAYA SRIKAYA.  Penerbit: KANISIUS

Pecinta Tanaman - 9:12 PM

Cara Mencangkok Pohon Mangga

Cara mencangkok pohon mangga

Saat mencangkok pohon mangga yang terbaik dilakukan pada musim hujan agar tidak melakukan penyiraman setiap hari. 

cara mencangkok pohon mangga, cara mencangkok, cara mencangkok tanaman, cara mencangkok tanaman buah, cara mencangkok tanaman mangga, cara mencangkok mangga, cara mencangkok tumbuhan

Kalau mencangkoknya pada musim kemarau, penyiraman harus dilakukan setiap hari agar media perakarannya jangan sampai kering.

Proses mencangkoknya berlangsung sebagai berikut:

1) Carilah cabang atau  yang sehatdan kuat bergaris tengah sebesar jari tangan. Cabang ini berumur antara 1-1,5 tahun.

2) Cabang dikerat melingkar selebar 5 cm, jangan sampai melukai kayunya. Tempat keratin tepat dibawah kuncup daun, karena dibawahnya banyak mengandung rhizocaline, zat pembentuk akar.

3) Kulit dikelupas sehingga terihat kambiumnya.

4) Cambium dihilangkan dengan kertas yang bersih sehingga kayunya kelihatan kering, tidak licin. Untuk mempercepat penghilangan cambium, lendir dibersihkan dengan kertas yang telah dicelup larutan garam. Sesudah itu dibersihkan dengan air bersih.

5) Karena kulit terkelupas, rhizocaline akan terkumpul diatas lingkaran keratin. Kumpulan itu akan menolong terbentuknya kalus (jaringan seperti gabus) dan akar serabut.

6) Untuk mempercepat pertumbuhan akar, dapat dibantu pemberian hormone, misalnya hetero-auxins. Hormonnya bisa beruapa talek atau pasta lamoline. Pemberiannya dioleskan di atas sayatan secara melingkar.

7) Sesudah kayunya kering, tutup luka keratin itu dengan media perakaran. Media perakarannya bisa berupa tanah liat bercampur pupuk kandang/kompos, lumut, atau moss.

8) Bungkus media perakaran dengan sabut kelapa, plastic yang telah diberi lubang-lubang, ijuk enau, atau kantong goni.

Untuk memudahkan  penyiraman pada musim kemarau, diatas cangkokan dapat dipasang kaleng bersumbu. Sumbu pada kaleng dihubungkan ke cangkokan sehingga media perakaran selalu basah mendapat tetesan air. Kaleng penampung air jangan sampai kering, kalau perlu isinya diperiksa setiap hari.

Memotong bibit cangkok
Setelah 1,5-2 bulan cabang mangga dicangkok, bibit cangkokan telah mengeluarkan akar serabut cukup banyak. Pertumbuhan akar yang putih telah terlihat menembus ke luar media perakaran.

Bibit mangga cangkokan itu dapat dipisah dari pohon induk dan semai dengan proses perlakuan sebagai berikut:

1) Bibit cangkokan dapat segera dipotong agar terpisah dari pohon induknya. Pemotongan dilakukan dekat pangkal pembungkus.

2) Luka bekas potongan diolesi ter tanaman untuk menghindari rayap dan semut merah. Kalau tak ada ter tanaman, dapat dioganti meni, cat, Vaseline, atau santar.

3) Bibit yang  telah terpisah dari pohon induk segera ditanam dalam keranjang untuk disemai, atau langsung ditanam di dalam keranjang untuk disemai, atau langsung ditanam di lapangan. Media tanamnya dapat diberi insektisida butiran seperti Furadan, Temik, Curater, atau Mipzinon untuk mensterilkan media.

4) Saat  menanam perhatikan pembungkus media perakarannya kalau dari sabut kelapa, pembungkus tak perlu dihilangkan. Kalau dari plastic, pembungkusnya dilepas.

5) Tanah sedikit ditekan agar bibit cangkokan tidak mudah bergoyang. Agar tidak  bergeser, dapattegaknya bibit dapat dibantu tiang bamboo kecil sebagai penguat.

6) Keranjang berisi cangkokan disiram air, agar medi tanamnya padat. Taruh bibit ditempat teduh untuk disemai.

Bibit mangga cangkokan  setelah terpisah dari pohon induknya, dapat langsung ditanam dilapangan. 

Setelah ditanam, sebaiknya bibit diberi penaung berupa atap. Penaung itu berfungsi sebagai pelindung agar tidak terkena panas matahari secara langsung.

Atap penaungnya dapat dibuat dari anyaman daun kelapa anyaman bamboo, anyaman daun alang-alang. 

Atap penaung dapat dilepas setelah kondisi  tanaman terlihat kuat, menunjukkan tanda-tanda pertumbuhan tunas baru yang segar dan sehat.
Sumber:  Bertanam Mangga.  Penerbit: Penebar Swadaya

Kalau artikel ini bermanfaat bagi Anda, tolong share keteman anda melalui Facebook, google plus, atau twitter dengan cara mengklik tombolnya di bagian bawah halaman ini. Terima kasih atas partisipasinya.

Pecinta Tanaman - 12:58 PM

Cara Mencangkok Pohon Jeruk

Cara mencangkok tanaman jeruk

Cangkok biasanya diperoleh dari tanaman induk yang telah dikenal  betul sifat-sifatnya. Dahan yang akan kita cangkok tidak boleh bergaris tengah kurang dari 1 cm, dan telah cukup dewasa, serta sehat.

cara mencangkok, cara mencangkok tanaman, cara mencangkok pohon jeruk, cara mencangkok tanaman mangga, cara mencangkok pohon mangga, pohon jeruk

Cara Mencangkok Jeruk
Langkah awal, kulit dahan dikupas mengelilingi dengan lebar 1-3 cm, bagian yang terbuka itu lalu kita tutup dengan tanah.

Setelah tertutup dengan tanah lalu kita balut dengan sabut kelapa atau dengan plastik yang diberi lubang-lubang untuk sirkulasi.

Setiap hari kita harus menyirami cangkokak supaya tetap segar dan tidak kekeringan.

Dalam beberapa hari  dahan sebelah atas cangkokak akan tumbuh akar, setelah akar itu tumbuh panjang dan keluar dari sabut, barulah dahan yang bawah kita potong dan cangkokan kita tanam di tanah yang telah kita persiapkan.

Lubang yang kita persiapkan ini sebelumnya harus sudah diberi pupuk kandang yang baik.
Kalau kita melakukan pencangkokan dengan  pemeliharaannya yang baik maka dalam waktu tiga tahun, pohon jeruk akan berbuah.

Cara cangkok dan okulasi biasanya dilakukan oleh petani-petani jeruk yang  telah mengusahakan jeruk  dalam skala besar.

Untuk petani jeruk pemula, cara yang paling mudah untuk mendapatkan bibit jeruk adalah dengan membeli bibit yang sudah jadi.

Sebaiknya cari bibit bermutu yang bersertifikat atau bibit dari penangkar bibit terpercaya.

Bibit jeruk yang berkualitas baik ditandai denagan daun-daun yang hijau segar dan tampak rimbun, batang pokoknya lurus dan kuat, pertumbuhan cabang seimbang dan serasi dengan umur serta kondisi batanya.

Bibit juga harus bebas dari hama dan penyakit, terutama penyakit penyakit CVPD yang menjadi momok bagi kalangan petani jeruk.

Bibit-bibit tersebut sebaiknya berasal dari perbanyakan vegetative ( cangkok, okulasi, atau sambungan ).

Sumber : Cara Praktis Bertanam Jeruk.  Penerbit: Aneka Ilmu

Kalau artikel ini bermanfaat bagi Anda, tolong share keteman anda melalui Facebook, google plus, atau twitter dengan cara mengklik tombolnya di bagian bawah halaman ini. Terima kasih atas partisipasinya.

Pecinta Tanaman - 12:44 PM

Friday, April 10, 2015

Media Tanam Yang Berkualitas

Friday, April 10, 2015

Faktor pendukung media tanam

Kualitas media tanam dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu air, udara, unsur hara, cahaya, suhu, kelembapan, dan pH. 

media tanam, media tanaman hias, media tanam tanaman hias


Peranan dalam pengaruh dari faktor-faktor tersebut terhadap media tanam dan tanaman berbeda-beda.
seperti contoh, Air dan udara.

Keberadaan air dan udara didalam media tanam sangat diperlukan oleh tanaman.Namun, keberadaan kedua komponen tersebut dalam media tanam hanya bersifat komplemen. 

Artinya, jika media tanam banyak mengandung air maka kandungan udaranya sedikit. Sementara jika tanah menjadi kering maka hampir semua pori-pori tanah ditempati oleh udara. 

Oleh karena itu, keberadaan air dalam media tanam belum tentu menjamin pertumbuhan tanaman menjadi baik.

Jumlah air pada media tanam sebaiknya dalam keadaan seimbang. Jika berlebihan, media tanam tidak akan mengandung udara lagi. Padahal udara dalam media sangat diperlukan oleh tanaman. 

Akibatnya, pertumbuhan tanaman menjadi terganggu. Sementara jika jumlah air dalam media terlalu sedikit, dikhawatirkan tanaman akan mengalami dehidrasi. Akhirnya, tanaman mati kekeringan. 

Air yang tersedia dalam media tanam berupa air yang dapat digunakan oleh tanaman, yakni berada anatra kondisi kapasitas lapang (field capacity) dan kondisi titik layu permanen. 

Kapasitas lapang adalah jumlah air maksimum yang dapat ditahan oleh media tanam terhadap gaya gravitasi. 

Sementara titik layu permanen adalah kandungan air dalam media tanam yang tidak dapat lagi diserap oleh akar sehingga tanaman menjadi layu sepanjang hari.

Untuk menunjang pertumbuhan tanaman yang optimal maka kandungan air dalam media tanam juga harus tersedia bagi tanaman secara optimal. 

Dengan demikian, perlu adanya upaya untuk mencegah kekurangan atau kelebihan air di media tanam. Salah satu caranya adalah dengan mengatur system drainase dan aerasi  media tanam secara tepat. 

Selain itu, pengaturan system irigasi yang benar dan sesuai juga merupakan cara yang tepat untuk mengontrol keberadaan air. Frekuensi pemberian air juga harus diatur agar kelembapan dalam media tanam tetap stabil.

Jumlah air yang harus diberikan pada media tanam tergantung pada jenis tanaman, bahan-bahan media tanam, dan iklim di sekitar media tanam. 

Selain itu, jumlah air yang diberikan juga ditentukan oleh sifat fisik media tanaman. Media tanam yang berstektur lebih halus, seperti tanah liat, memiliki kemampuan menahan dan mengikat air lebih lama dibandingkan dengan yang berstektur lebih kasar seperti pasir.

Faktor iklim, dalam hal ini musim hujan dan kemarau, menjadi salah satu penentu ketersediaan air dalam media tanam. 

Pada musim hujan, tanamana atau media tanam mendapat air lebih banyak dibandingkan musim kemarau sehingga media tanam mudah jenuh akan air. 

Sebaliknya, pada musim kemarau, tanaman akan mengalami proses evaporasi dan transpirasi (evapotranspirasi) sehingga media tanam mudah sekali menjadi kering. Oleh karena itu, pengaruh musim tersebut dapat dijadikan sebagai patokan kebutuhan air yang harus diberikan dalam media tanam. 

Di musim hujan, pemberiana air bisa dilakukan 2-3 haris ekali. Sementara pemberian air dimusim kemarau dilakukan sehari sekali atau jika media sudah terlihat kering.

Pecinta Tanaman - 5:22 PM

Unsur Hara Mikro, Makro, Dan Esensial

Pengertian Unsur hara

Selain air, media tanam juga harus mampu menyediakan pasokan makanan bagi tanaman yang lebih dikenal denagn istilah unsur hara. 

Unsur hara merupakan faktor yang mutlak dibutuhkan oleh tanaman untuk melengkapi daur hidupnya, mulai dari fase vegetative sampai generative. 

Unsur-unsur tersebut menjadi  bagian dari pertumbuhan tanaman yang penting, karenanya disebut sebagai unsur hara esensial.

Setiap tanaman membutuhkan paling sedikit 16 unsur hara agar pertumbuhannya normal. Dari ke-16 unsur hara tersebut, 3 diantaranya berasal dari udara, yakni :

Karbon © 
Oksigen (O)
Hidrogen (H)

Sementara 13 unsur hara lainnya disediakan oleh tanah. Dengan demikian, media tanam setidaknya harus menyediakan 13 unsur hara tersebut.

Berdasarkan tingkat kebutuhannya, ke -13 unsur hara ini dibedakan menjadi 2 golongan, yakni unsur hara makro dan unsure hara mikro. 


Unsur hara makro 
Unsur hara makro adalah unsur hara yang dibutuhkan tanaman dalam jumlah relative banyak. 

Nitrogen (N)
fosfor (P)
kalium (K)
kalsium (Ca)
magnesium (Mg) 
belerang (S) merupakan unsur hara makro. 


Unsur hara mikro
Sementara unsur hara mikro adalah unsur hara yang dibutuhkan tanaman dalam jumlah relative sedikit. 

Besi (Fe)
mangan (Mo)
kuprum atau tembaga (Cu)
zink atau seng (Zn)
Klor (Cl) meruapakn unsurhara mikro.

Fungsi dari masing-masing unsure hara diatas bagi tanaman berbeda-beda. Ketersediannya di media tanam pun harus tetap terjaga. 

Jumlah unsur hara yang diberikan pada media tanam harus disesuaikan dengan jenis tanaman yang ditanam dan kondisi media tanam itu sendiri. 

Gejala dari defisiensi unsur hara tersebut pun akan berbeda-beda sehingga perlakuan dalam pemberian unsur hara pun harus disesuaikan.


Kalau artikel ini bermanfaat bagi Anda, tolong share keteman anda melalui Facebook, google plus, atau twitter dengan cara mengklik tombolnya di bagian bawah halaman ini. Terima kasih atas partisipasinya.

Pecinta Tanaman - 4:28 PM

Pengolahan Kelapa Sawit Dan Cara Panen Kelapa sawit

Panen dan pengolahan hasil panen kelapa Sawit

Proses Panen Kelapa Sawit
Kelapa sawit biasanya mulai berbuah pada umur 3-4 tahun dan buahnya menjadi masak 5-6 bulan setelah penyerbukan. 

Proses pemasakan buah kelapa sawit dapat dilihat dari penyerbukan warna kulit buahnya, dari hijau pada buah menjadi merah jingga waktu buah telah masak. 

Pada saat itu, kandungan minyak pada daging buahnya telah maksimal. Jika terlalu matang, buah kelapa sawit akan lepas dari tangkai tandannya. Hal ini disebabkan dengan istilah membrondol.

Penen pada tanaman kelapa sawit meliputi pekerjaan memotong pada tandan buah masak, memungut brondolan dan system pengangkutannya dari pohon ke Tempat pengumpulan hasil (THP) serta ke pabrik. 

Dalam pelaksanaan pemanenan, perlu diperhatikan beberapa criteria tertentu sebab tujuan panen kelapa sawit adalah memperoleh produksi yang baik dengan memperoleh produksi yang baik dengan rendeman minyak yang tinggi. 

Karean kualitas minayk sangat dipengaruhi oleh cara pemanenannya, maka criteria penen yang menyangkut matang panen, cara dan alat panen, rotasi dan system panen, serta mutu panen harus diikuti.

Kriteria matang panen
kriteria panen merupakan  indikasi yang dapat membantu pemanen agar memotong buah pada saat yang tepat. Kriteria umum untuk tandan buah yang dapat dipanen yaitu berdasarkan jumlah brondolan yang jatuh. 

Untuk memudahkan pengamatan buah, maka dipakai kriteria berikut:

- Tanaman denagn umur kurang dari 10 tahun jumlah brondolan yang jatuh kurang lebih 10 butir.
- Tanaman denagn umur lebih dari 10 tahun, jumlah  brondolan yang jatuh sekitar 15-20 butir.

Namun, secara praktis digunakan suatu aturan umum yaitu pada setiap 1 kg Tandan Buah Segar (TBS) terdapat daunbrondolan yang jatuh.


Cara panen
Cara pemanenan  buah sangat mempengaruhi jumlah dan mutu minyak yang dihasilkan. Panen  yang tepat mempunyai sasaran untuk mencapai kandungan minyak yang paling maksimal. 

Pemanenan pada keadaan buah lewat matang akan meningkatkan Asam Lemak Bebas atau Free fatty (ALB atau FFA). Hal itu tentu akan banyak merugikan sebab pada buah yang terlalu masak sebagian akndunagn minyaknya berubah menjadi ALB sehingga akan menurunkan mutu minyak. Lagi pula,  buah yang terlalu masak  lebih mudah terserang hama dna penyakit. 

Sebaliknya, pemanenan pada buah yang mentah akan menurunkan kandungan minyak, walaupun ALB nya rendah.

Sebaiknya pemanena dilakukan terhadap semua tandan buah yang telah matang. Berdasarkan tinggi tanaman, ada tiga cara penen yang umum dilakuakan oleh perkebunana kelapa sawit di Indonesia. 

Untuk tanaman yang tingginya 2-5 m digunakan cara panen jongkok denagn alat dodos. Sedangkan tanaman dengan ketinggaj 5-10 m dipanen dengan cara berdiri dan menggunakan alat kampak siam. 

Cara egrek digunakan untuk pemanenan tanaman dengan tinggi diatas 10 m, dengan alat arit bergagang panjang (egrek).

Untuk memudahkan pemanenan, sebaiknya pelepah daun menyangga buah dipotong terlebih dahulu. Pelepah yang telah dipotong kemudian diatur rapi ditengah gawangan. 

Untu mempercepat proses pengeringan serta pembusukan, maka pelepah-pelepah daun sebaiknya dipotong-potong menjadi 2-3 bagian. Tandan buah yang matang dipotong sedekat mungkin dengan pangkalnya, maksimal 2 cm. 

tandan buah yang dipotong diletakkan teratur dipiringan dan brondolan yang jatuh dikumpulkan terpisah dari tandan. Brondolan harus bersih, tidak tercampur tanah atau kotoran lain. Tandan buah dan brondolan kemudian dikumpulkan di TPH.

Pecinta Tanaman - 3:34 PM

Macam Macam Ubi Jalar

Macam-macam ubi jalar

Pada umumnya jenis atau macam-macam ubi jalar dapat dibagi menurut umurnya, bentuk daunnya dan warna umbinya. 

ubi jalar, macam macam ubi jalar, khasiat ubi jalar, kandungan ubi jalar, manfaat ubi jalar

Sebenarnya penggolongan ini kurang bisa mewakili macam atau jenis ubi jalar. Oleh karena itu muncul jenis atau macam ubi jalar berdasarkan varietas, dan hal itu sudah banyak dibudidayakan oleh para petani palawija. 

Macam-macam ubi jalar yang dimaksud adalah sebagai berikut:

Menurut umur
Menurut umurnya, jenis ubi jalar dapat dibedakkan menjadi 2 jenis, yaitu:

a. Ubi jalar Genjah, yaitu ubi jalar dapat dipanen setelah umur tanam 3 bulan sampai 5 bulan.

b. Ubi jalar Ostrali, yaitu ubi jalaryang sudah dapat dipanen setelah umum tanam 8 bulan sampai 10 bulan. Dinamakan Ostrali, karena jenis ubi jalar ini berasal dari Australia .

Dari segi kualitas dan kuantitas adalah sama, namun dari segi kecepatan tanam, jenis genjah lebih menguntungkan.

Menurut daun dan warna umbi
Adapun macam jenis ubi jalar menurut bentuk daun dan warna umbinya adalah sebagai berikut:
Adapun macam jenis ubi jalar menurut bentuk daun dan warna umbinya adalah sebagai beikut :

a. Berdaun lebar tidak berombak, atau berombak sedikit, bentuknya bulat. Batangnya tidak berbulu. Umbi besar dan gemuk, kulit gabus berwarna putih atau merah muda. Di bagian tengah daging umbi berwarna kuning.

b. Daun berombak dan yang masih mudah berwarna jingga. Batang tidak berbulu.daging umbi berwarna kuning muda agak kemerah-merahan

c. Daun agak berombak. Batang tidak berbulu. Kulit umbi berwarna merah tua. Daging umbi berwarna putih berbintik-bintik jingga.

d. Bagian daun sebelah atas berbulu tebal. Kulit umbi berwarna merah tua.  Daging umbi berwarna putih terdapat sedikit bintik-bintik jingga.

e. Daun sangat berombak. Batang berbulu tebal. Umbi kecil panjang, berwarna merah muda atau kuning muda.

f. Daun berombak dengan batang tak berwarna.umbinya besar, berwarna putih sampai merah muda.

g. Daun berombak denagn bentuk kecil.batang tak berbulu berwarna jingga. Umbi berwarna kuning muda sampai merah muda.


Kalau artikel ini bermanfaat bagi Anda, tolong share keteman anda melalui Facebook, google plus, atau twitter dengan cara mengklik tombolnya di bagian bawah halaman ini. Terima kasih atas partisipasinya.

Pecinta Tanaman - 2:54 PM

Ubi Jalar Cocok Dilingkungan Seperti Ini

Lingkungan hidup ubi jalar

Lingkungan hidup ubi jalar menyangkut masalah iklim dan tanah. Sebagaimana jenis tanaman lainnya, 

kemampuan untuk dapat tumbuh dan berproduksi adalah tergantung kepada kesesuaian iklim dan kesuburan tanah dimana tanaman tersebut tumbuh atau ditanam. 

Untuk itu para petani palawija jenis ubi jalar harus memahami karakter iklim dan tanah yang hendak dijadikan sebagai lahan penanaman ubi jalar tersebut.


Iklim yang cocok untuk ubi jalar
Ubi jalar sangat membutuhkan udara panas dan lembap, dengan kandungan air yang cukup. Oleh sebab itu ubi jalar sangat tepat jika ditanam di daerah tepi-tepi pantai sampai pada dataran tinggi atau daerah pegunungan. 

Meskipun tanaman ubi jalar membutuhkan air, namun sangat tidak menyukai banyak air. Untuk daerah yang banyak air sangat tidak cocok bagi proses produksinya.

Suhu yang dibutuhkan sekitar 24°C sampai 27°C dengan lama penyinaran matahari 10 sampai 12 jam sehari. Meskipun demikian tanaman ubi jalar dapat tumbuh sepanjang tahun, asalkan berada ditempat lahan yang terbuka dan tidak tergenangi air.


Tanah  yang cocok untuk hidup ubi jalar
Tanaman ubi jalar tidak memilih tanah, karenanya tanaman ini tidak begitu mementingkan kesuburan tanah, sebagaimana tanaman-tanaman palawija lainnya. 

Artinya, tanaman ubi jalar tidak perlu ditanam pada tanah yang sangat subur penuh dengan nutrisis tanah. Justru jika ditanam di tanah yang sangat subur yang tumbuh lebat hanya daunnya sedangkan hasilnya hanya sedikit dan kecil-kecil.

Tanah yang cocok untuk tanaman ubi jalar ini adalah tanah yang mengandung pasir, kadar lempungnya ringan dan longgar, kondisinya gembur, sehingga udara dan air dalam tanah dapat saling berganti dengan lancar. 

Dengan demikian begitu umbi berkembang tanpa mengalami hambatan. Pada tanah yang berat sebenarnya dapat juga ditanami ubi jalar namun harus diolah dan diberi campuran pasir kompos dan pupuk organic, supaya tanah jadi longgar.

Kalau artikel ini bermanfaat bagi Anda, tolong share keteman anda melalui Facebook, google plus, atau twitter dengan cara mengklik tombolnya di bagian bawah halaman ini. Terima kasih atas partisipasinya.

Pecinta Tanaman - 2:42 PM

Macam Macam Buah jeruk

Jeruk termasuk family Rutaceae, beranggotakan 130 genus. Dari genus sebanyak ini hanya 6 yang merupakan  jeruk sesungguhnya. 

Salah satunya adalah genus citrus yang beranggotakan1 6 spesies. Genus ini dibagi lagi menjadi 2 sub genus, yaitu Eucitrus (10 spesies), dan papeda (16 spesies). Sub genus Eucitrus iniah yang laing banyak dibudidayakan orang.

macam macam jeruk, budidaya jeruk, cara menanam jeruk, jeruk;


Jeruk mempunyai banyak sekali kultivar. Tiap-tiap daerah mempunyai nama-nama sendiri meski induknya (spesiesnya) sama. 

Tapi karena perbedaan jensi tanah dan ketinggian daerah penanaman, jeruk dapat menjadi kultivar tersendiri. Namun, secara umum, jeruk dapat dibagi emnjadi 4 golongan uatama. Adapun golongan-golongan tersebut adalah sebagai berikut.

1. Golongan jeruk manis (citrus aurantium)
batang jeruk manis biasanya mulai bercabang pada ketinggian satu meter. Tajuk daunnya bundar , dan kalau pohonnya dibiarkan tumbuh maka akan mencapai ketinggian ± 6 meter, untuk jenis jeruk manis ini pada umumnya berbuah lebat pada bulan april dan Mei.

Akan tetapi,  harus diingat, bahwa yang dinamakan jeruk manis ini tidak selamanya rasanya manis. Akan tetapi, ada juga buah jeruk manis yang rasanya agak masam. 

Juga jeruk manis ini besar kecilnya tidak sama, ada yang berbuah besar dan ada juga yang berbuah kecil, demikian pula dengan bijinya. Ada jeruk manis yang berbiji banyak dan ada yang berbiji sedikit.

Kemudian tentang keadaan tumbuh terbaiknya. Jeruk manis ini tumbuh paling baik didaerah pegunungan yang tingginya 800-1000 m diatas permukaan air laut dan mempunyai musim kemarau yang agak lama.

2. Golongan jeruk Mandarin (citrus nobilis)
Golongan jeruk mandarin ini sering pula disebut dengan jeruk “WE”. Adapun yang termasuk didalam golongan jeruk mandarin ini adalah, jeruk keprok, jeruk garut, jeruk konde cina, jeruk ragi, jeruk siam, jeruk banten, dan lain-lain.

Untuk jenis ini daunnya lebih kecil bila dibandingkan dengan daun jeruk manis. Pda umumnya pohonnya kecil dan banyak cabangnya. 

Buahnya juga lebih kecil dan berkulit tipis. Kalau jeruk manis kulitnya mudah dikupas, maka jeruk golongan mandarin ini kullitnya agak susah dikupas. 

Tapi kalau buahnya telah benar-benar masak, maka rasanya lebih manis daripada jeruk manis sendiri. Itulah sebabnya jeruk ini lebih banyak disukai masyarakat bila dibandingkan dengan jeruk manis.

Sedangkan di Indonesia kalau dihitung persentasenya, maka lebih banyak ditanam pohon jeruk golongan ini bila dibandingkan denagn golongan jeruk manis.

Tempat yang baik untuk menanam jeruk mandarin adalah daerah pegunungan yang ketinggiannya antara 800-1500 m dari atas permukaan laut.

3. Golongan jeruk besar (citrus maximus)
Termasuk golongan jeruk besar antara lain: jeruk bali, jeruk silumpang, jeruk nambangan, jeruk delima, dan lain-lain. 

Golongan ini mempunyai jenis banyak sekali, akan tetapi hampir semuanya sama. Rata-rata buahnya bergaris tengah sekitar 20 cm. semuanya berkulit tebal dan bil sudah masak kulitnya akan berwarna kuning. 

Warna daging buahnya biasanya berwarna merah jambu, namun ada pula yang putih atau kekuning-kuningan.

Untuk golongan ini daging buahnya berbeda-beda kerasnya, dan juga rasanya. Jeruk simanalagi dan jeruk Delima berdaging lunak dengan rasa sedikit asam. Namun kalau pandan wangi agak keras dan halus. Golongan jeruk besar ini dapat tumbuh dimana-mana.

4. Golongan jeruk sitrun (citrus medica)
Termasuk golongan jeruk ini adalah jeruk sitrun, jeruk manis, jeruk pecel, dan jeruk sukade. Untuk jenis sitrun, nipis, dan sukade ini pohonya hampir sama bahkan lebih baik kalau tidak disebut pohon melainkan perdu. 

Tumbuhnya tidka dapat tinggi tetapi bercabang lebar. Sedangkan buahnya banyak sekali. Buahnya juga bermacam-macam ada yang besar dan ada pula yang kecil. 

Untuk golongan ini, dapat tumbuh didaerah manapun. Jeruk ini juga banyak ditanam di Indonesia. Di Italia jenis jeruk sukade dikembangkan secara besar-besaran. Sebab memang indrustri sukade paling besar di dunia dan Italia.

Sumber: Cara Praktis Bertanam Jeruk.  Penerbit: Aneka Ilmu


Kalau artikel ini bermanfaat bagi Anda, tolong share keteman anda melalui Facebook, google plus, atau twitter dengan cara mengklik tombolnya di bagian bawah halaman ini. Terima kasih atas partisipasinya.

Pecinta Tanaman - 2:18 PM

Thursday, March 26, 2015

Pohon Nipah Atau Tanaman Nipah Sumber Ekonomi Potensial

Thursday, March 26, 2015

Tanaman Nipah Sangat Menjanjikan
Tanaman nipah berpotensi besar djadikan sumber bahan baku pembuatan gula. Hal ini disebaban nipah meruapakan bahan baku yang murah dan mudah. 

nipah, pohon nipah, tanaman nipah;


Harganya murah karena tanpa harus memelihara dan menanam, kita telah mendapatkan bahan baku gula. Penyadapannya mudah karena tidka perlu memanjat terlebih dahulu.

Nipah dikenal sebagai tanaman serbaguna yang hidup dirawa payau didaerah pesisir. Secara tradisional daunnya diguanakan sebagai atap rumah penduduk, buahnya yang seperti kolang-kaling sering dijadikan tambahan minuman penyegar dan manisan, niranay disadap dan dapat diolah  menjadi gula.

Nipah tumbuh subur pada daerah payau yang dipengaruhi pasang surut, terutama sekali dimuara sungai dan dibelakang hutan bakau. 

Terkadang jenis ini hidup sebagai kelompok sejenis yang sangat rapat.nipah tersebar di Asia Tenggara teruatam di Malaysia, Indonesia (Klaimantan, Sumatera, Sulawesi, dan Papua), Papua nugini, Filipina, Australia, dan kep. Pasifik Barat.

Tanaman nipah tumbuh subur dhutan daerah pasang surut (hutan mangrove) dan daerah rawa-rawa atau muara-muara sungai yang berair payau. 

Di Indonesia, luas daerah tanaman nipah adalah 10% atau 700.000 ha dari luas daerah pasang surut sebesar 7 juta ha. Penyebarannya meliputi wilayah kepulauan Sumatera, Kalimantan, Jawa, Sulawesi, Maluku dan Papua.

Populasi tanaman nipah diperkirakan sekitar 8.000 pohon/ha, sehingga dari luas areal tanam yang ada sekarang terdapat 5,6 miliar pohon. 

Dari jumlah tanaman yang ada per hectare, jumlah malai (tangai bunga) yang dapat dihasilkan sekitar 10% atau sekitar 800 tangkai bunga. Jika pemeliharaan dan perawatannya intensif, persentase jumlah malai meningkat sekitar 40% atau sebanyak 3.200 tangkai bunga.

Tanaman nipah menghasilkan nira yang diperoleh dari hasil sadapan tangkai bunga (malai). Komposisi nira nipah menagndung kadar gula (Brix) 15-17%, sukrosa 13-15%, gule pereduksi 0,2-0,5%, dan abu 0,3-0,7%. 

Nira tersebut dapat diolah emnajdi gula, baik  dinuat sebagai gual merah, gual semut, gula pasir, maupun sirup. Di Malaysia dan Filipina nira nipah selain diolah  menjadi gula juga diolah menjadi vinegar, cuka dan alkohol.

Manfaat Tanaman Nipah
Manfaaat lain yang diperoleh dari potensi tanaman nipah adalah seluruh bagian tanaman dapat diguanakn untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, seperti bahan bakar, pembuatan atap rumah, bahan kerajinan dan produk lainnya. 

Selain itu, taamana nipah dapat berperan sebagai tanaman penyangga ekositem, tanaman nipah dapat menahan erosi tanah di tepian muara sungai dan menahan abrasi (pengikisan tanah yang disebabkan oleh angin dan air laut ketika laut sedang pasang).

Oleh karean pertumbuhan nipah merumpun seperti semak, hewan-hewan air lebih suka hidup dan berkembang biak di sdkitar perakaran nipah. 

Dalam hal ini terjadi hubungan timbale balik (simbiosis) antara ikan-ikan yang hidup di bawah akar tanaman nipah dan tanaman nipah itu sendiri. Ikan-ikan akan mendapatkan  makanan berupa mikroorganosme (plankton) yang tumbuh subur disekitar perakaran nipah. 

Adapun kotoran yang dikeluarkan oleh iakn dapat menjadi pupuk yang berguna bagai pertumbuahn tanaman nipah sangat bermanfaat bagi kelestarian hutan di daerah rawa, muara sungai, atau di daerah pasang surut.

Potensi yang besar ini masih jarang dimanfaatkan. Apabila dikelola dengan baik, tanaman npah dapat dijadikan sebagai tanaman potensial alternative sumber pemanis baru. Secara nasional hal ini berarti mendukung program swasembada gula. 

Dengan mengintensifkan potensi nipah ini diharapkan kesejahteraan petani dapat meningkat, terutama bagi petani disekitar hutan nipah. Para petani dapat memproduksi gula atau produk-produk nipah lainnya sebagai sampingan. Bahkan, menjadikan budi daya tanaman nipah sebagai mata pencaharian.

Pecinta Tanaman - 2:10 PM

Wednesday, March 18, 2015

Budidaya Tanaman Mangga

Wednesday, March 18, 2015

Budidaya Tanaman Buah Mangga
 
Buah mangga sudah menjadi buah yang banyak dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama di kota-kota besar di Indonesia.
 
budidaya tanaman mangga, khasiat buah mangga, klasifikasi buah mangga, macam macam buah mangga, varietas buah mangga, mangga manis, budidaya buah mangga, penyakit tanaman mangga

Hal ini bisa kita buktikan dengan kehadiran buah mangga hampir setiap tempat makan selalu menjadi buah yang  terdaftar dalam menu minuman segar.
 
Dengan meningkatnya permintaan pasar seperti itu otomatis pertanian buah mangga menjadi bisnis yang memiliki peluang besar.
 
Untuk itu tidak ada salahnya apabila sebelum memulai menekuni budidaya tanaman buah mangga ini, alngkah baiknya mengetahui bagaimana tahapan awal untuk membudidayakan atau memperbanyak tanaman buah mangga ini.
 
Dibawah ini ada tahapan budidaya tanaman buah mangga yang diawalai dengan memperbanyak bibit.
Tanaman mangga dapat dijadikan tanaman perkebunan, cara memperbanyaknya dapat dilakukan dengan 3 cara yaitu:
 
Pembibitan secara Generatif
Pembibitan mangga secara vegetative
Pembibitan mangga secara kombinasi
 
Pembibitan Tanaman Mangga Secara Generatif
Perbanyakan tanaman mangga secara generative merupakan cara yang paling mudah dan murah.
 
Keuntungan cara ini antara lain dapat memperoleh varietas baru yang baik, pertumbuhan tanaman kuat dan lebih panjang umurnya.
 
Kalau biji bersifat monoembrional, kebanyakan malah merugikan. Kerugiannya, tanaman baru yang berasal dari biji belum tentu bersifat lebih bagus dibandingkan pohon induknya.
 
Varietas baru yang timbul belum tentu baik. Tanaman lambat berbuah sehingga kualitas buahnya baru bisa diketahui dalam jangka waktu lama.
 
Pembibitan Tanaman Mangga Secara Vegetatif
Perbanyak mangga secara vegetative dapat menggunakan bibit stek atau cangkok, kedua cara tersebut memili kekurangan dan kelebihan masing-masing.
 
1.    Bibit stek
Stek adalah suatu cara pengebangbiakan secara vegetative dengan memotong cabang, ranting, atau bagian batang lain dengan batang tertentu.
 
Potongan itu ditanam untuk memperoleh tanaman baru. Pembibitan mangga dengan stek dapat dilakukan dengan cara dikerat, dipotong, dan diberi hormon.
 
2.    Bibit cangkok
Bibit cangkok disebut gootee (bahasa India), air layerage atau aerial layering (bahasa Inggris), dan marcottage (bahasa Prancis).
 
Dibawah ini sedikit penjelasan pembibitan tanaman mangga dengan stek melalui cara pemberian hormone.
 
Tanaman mangga yang distek kadang-kadang sukar menghasilkan akar baru. Untuk mengatasinya dapat diberi hormon akar, perlakuannya dapat dilakukan dengan celup atau talek.
 
Pemberian hormon dengan cara celup akar langkahnya sebagai berikut:
 
Kristal hormon dilarutkan dalam alcohol 95%. Kemudian diencerkan dengan air bersih sampai kardar tertentu.
 
Untuk AIA dibuat 500 dan 1.000 ppm, AIB 5.000 dan 10.000 ppm. Istilah ppm adalah singkatan dari  parts per million (bagian per juta), untuk menyatakan kadar larutan. Kalau kadar larutan AIA 500 ppm, artinya 500 bagian AIA dilarutkan di dalam satu juta bagian air. Misalnya 5 gram AIA dilarutkan dalam 10 liter air.
 
Larutan hormon diukur dalam bejana gelas, tinggi larutan sekitar 2 cm. potongan stek mangga diikat menjadi satu, lalu dimasukan ke dalam bejana gelas dalam kedudukan tegak lurus, dan dibiarkan terendam dalam larutan hormon selama 24 jam.
 
Ketika memasukan stek dalam bejana jangan sampai terbalik. Pangkal stek yang dicelup dalam larutan hormon. Begitu pula ketika bibit stek ditanam, cuci bersih lebih dahulu bagian pangkal bibit yang dicelup dalam larutan hormone dengan air kran.
 

Pembibitan Tanaman Mangga Secara Kombinasi
Perbanyakan mangga secara kombinasi memerlukan dua macam bibit yang bagus kualitasnya, baik yang generative maupun yang vegetatif.
 
Untuk generative yang dipentngkan bagian perakaran . tanaman harus kuat terhadap gangguan hama dan penyakit, perkembangan akar baik, tahan kekeringan atau terlalu banyak air, dapat ditempel atau disambung dengan baik, bersifat seperti pohon induknya. Bahan bibit berasal dari tanaman yang menghasilkan  biji embrio.
 
Untuk vegetatf, bahan bibit dapat diambil dari pohon induk yang disukai. Misalnya dari tanaman yang cepat berbuah, rasanya enak, ukuran buah besar, dan sifat tanaman tahan terhadap gangguan ham dan penyakit.
 
Dengan cara kombinasi ini, dapat diperoleh pohon mangga dengan batang bawah berakar kuat, tahan hama dan penyakit.
 
Sedangkan bagian batang atas menghasilkan buah seperti yang diharapkan, yaitu enak, manis, besar, dan berbuah lebat. 
 
Sumber: Bertanam Mangga, Penerbit: Penebar Swadaya


Daftar Postingan
Budidaya Jagung dan Panduan Lengkap Cara Menanam
Budidaya Jamur Kayu: Media Tanam
Budidaya Kacang Panjang dan Cara Menanam
Budidaya Kentang budidaya tanaman Kentang dan Cara Menanam Kentang
Budidaya Kentang Pemberantasan Hama Kentang dan Jenis-jenis Kentang
Budidaya Sawi Putih dan Cara Menanam Sawi

Budidaya jamur  Budidaya jamur tiram  Cara budidaya jamur    Budidaya jamur        budidaya jamur   budidaya jamur   budidaya jamur   budidaya ajmur    budidaya jamur    budidaya jamur     budidaya jamur  budidaya jamur   hama tanaman mangga  penyakit tanaman mangga  hama mangga        penyakit mangga        budidaya tanaman mangga        penyakit pohon mangga

Budidaya Alpukat  Cara Menanam Alpukat Budidaya Anggur Cara Menanam Anggur  Budidaya Apel  Budidaya Belimbing Manis Cara Menanam Belimbing Budidaya Buah Manggis  Cara Menanam Tanaman Manggis Budidaya Duku  Cara Menanam Duku  Budidaya Durian Cara Menanam Durian Budidaya Jambu Biji
 
Cara Menanam Jambu Biji Budidaya Jambu Mete Jambu Monyet Budidaya Jeruk Cara Menanam Jeruk  Budidaya Kacang Hijau Cara Menanam Kacang Hijau Budidaya Kakao budidaya tanaman Kakao Budidaya Coklat Budidaya Kakao Coklat Dengan  Budidaya Kedelai Cara Menanam Kedelai

Pecinta Tanaman - 10:05 AM

Thursday, March 12, 2015

Cara Menanam Pohon Buah Mangga

Thursday, March 12, 2015

Cara Menanam Pohon Mangga 
Syarat penting yang harus diperhatikan sebelum menanam pohon mangga yaitu iklim dilingkungan yang akan ditanam buah mangga.

cara menanam biji mangga, cara menanam mangga, cara menanam mangga, cara menanam pohon mangga, pengertian buah mangga, artikel buah mangga, fungsi buah mangga, kegunaan buah mangga;


Mangga dapat tumbuh dengan baik di daratan rendah ataupun tinggi, daerah panas atau dingin, daerah yang sedikit hujan atau banyak hujan. Temperature dan curah hujan tertentu  sangat berpengaruh terhadap produktifitas mangga.

Namun alangkah baiknya kita menanam pohon mangga ini sesuai dengan iklim yang dikehendaki pohon mangga tersebut.

1.    Temperature optimum
Mangga masih dapat hidup dengan sehat pada temperature 4°C-10°C. Namun kondisi itu bukan temperature yang baik untuk pertumbuhan dan produksi.

Temperature pertumbuhan optimum untuk mangga berkisar antara 24-27°C.Pada kondisi ini pertumbuhan mangga sangat baik dan produktifitasnya tinggi.

Kalau temperature naik menjadi 46-49°C dengan disertai angin kencang, akan mengakibatkan luka terbakar sinar matahari pada buah. Untuk mengatasinya, tepi perkebunan mangga yang sering ditiup angin kencang diberi tanaman pematah angin. Misalnya sengon laut (Albizzia falcate Back).

Pada temperature 44°C dengan kelembaban 15% di tempat terlindug, daun dan buah mangga yang masih kecil akan rontok yang berkembang besar akan menjadi buah tidak berbiji.

Pada temperature 42°-44°C mangga masih dapat hidup tetapi produktifitasnya rendah.

2.    Curah hujan
Banyak sedikitnya curah hujan mempengaruhi pertumbuhan tanaman dan terbentuknya bunga atau buah. Kalau pada masa berbunga banyak turun hujan atau kabut, terbentuknya buah akan terganggu dan banyak gangguan penyakit.

Kalau tidak ada hujan pada musim bunga dan massanya buah mulai masak, mangga akan sehat dan produksinya jadi lebih baik.

Didaerah-daerah yang curah hujannya tinggi, mangga hanya akan membentuk daun saja. Tanaman tidka membentuk bunga sehingga tidka bisa berbuah sama sekali.

a.    Pengaruh hujan terhadap bunga
Hujan pada waktu musim pembungaan pada mangga dapat berpengaruh sebagai berikut.
1)    Hujan lebat menyebabkan luka pada bunga atau malah merontokkannya.
2)    Air hujan akan mencuci butir-butir tepung sari sehingga jatuh bersama air hujan
3)    Selama hari-hari hujan serangga penyerbuk bermalas-malasan, tidak terbang mengadakan penyerbukan.

4)    Banyak hujan menyebabkan udara menjadi lembap. Dampaknya bisa timbul serangan hebat dari cendawan dan wereng pada bunga dan buah mangga.

3.    Ketinggian untuk tanaman mangga
Di daerah tropis mangga dapat tumbuh sampai daerah pegunungan setinggi 1.300 m dpl. Namun pertumbuhan dan produksinya jelek.

Hasil terbaik , mangga di tanam di dataran rendah sampai pada ketinggian 500 m dpl.
Pembungaan mangga dipengaruhi  dari ketinggian tanah dari permukaan laut. Setiap naik 130 m, waktu pembungaan mangga akan tertunda 4 hari.

4.    Angin
Angin mempengaruhi produktivitas mangga. Adanya angin kencang akan mempercepat penguapan air dari tanah.

Air yang diperlukan banyak berkurang sehingga pertumbuhan mangga tidak bisa optimal. Dampak lain, buah muda banyak yang rontok, cabang dan ranting banyak yang patah.
Kadang-kadang karena kerasnya angin bertiup, pohon mangga bisa tumbang.

Sumber: Bertanam Mangga, Penerbit: Penebar Swadaya

Kalau artikel ini bermanfaat bagi Anda, tolong share keteman anda melalui Facebook, google plus, atau twitter dengan cara mengklik tombolnya di bagian bawah halaman ini. Terima kasih atas partisipasinya.


Budidaya jamur     Budidaya jamur tiram    Cara budidaya jamur    Budidaya jamur        budidaya jamur        budidaya jamur        budidaya jamur        budidaya ajmur            budidaya jamur        budidaya jamur        budidaya jamur        budidaya jamur        hama tanaman mangga        penyakit tanaman mangga        hama mangga        penyakit mangga        budidaya tanaman mangga        penyakit pohon mangga

Pecinta Tanaman - 8:35 AM

Tuesday, March 10, 2015

Hama Dan Penyakit Tanaman Mangga Pohon, Daun, dan Buah

Tuesday, March 10, 2015

Penyakit dan hama tanaman buah mangga sangat banyak jenisnya. Dari mulai penyakit pada buah, daun, pohon, bunga dan buah muda, sampai penyakit yan sering di temukan pada cabang dan batang tanaman mangga.

buah mangga, penyakit tanaman mangga, hama mangga, hama tanaman mangga, budidaya buah mangga, penyakit pohon mangga;


Hama Dan Penyakit Pada Buah Mangga
Penyakit pada buah mangga umumnya disebabkan oleh cendawan dan bakteri. Serangannya mengakibatkan busuk buah.

Tiga penyakit penting buah mangga sebelum panen adalah antraknosa (anthracnose), bercak hitam dan kudis.

Penyakit setelah panen adalah busuk buah karena cendawwan. Pengendalian penyakit dengan pestisida sebaiknya dilakukan dengan pertimbangan yang masak.
Penyakit pada buah mangga:

1.    Antraknosa buah
2.    Bercak hitam
3.    Kudis buah
4.    Penyakit buah setelah panen

Hama Dan Penyakit Pada Bunga dan Buah Muda
Bunga dan buah yang masih muda sangat rawan terhadap cendawan tepung dan busuk cokelat.
 
1.    Cendawan tepung
Cendawan tepung termasuk cendawan ectophit, yaitu cendawan hidup pada permukaan tumbuhan inang. Gejalanya, terlihat pertumbuhan miselium yang halus dan jernih menyerupai sarang laba-laba.
 
2.    Busuk cokelat
Penyebab busuk cokelat adalah cendawan Physalospora perseae Doidge. Infeksinya dimulai dari bunga, lalu menjalar ke tangkai bunga. Pada tangkai bunga terdapat celah (retak) hitam yang memanjang.

Buah yang masih muda juga bisa terserang busuk cokelat. Warna buah akan berubah dari hijau menjadi cokelat kekuningan sampai hitam kecokelatan. Kerontokan buah yang telah terbentuk dapat mencapai 90 %.

Hama Dan Penyakit Pada Daun Mangga
Gangguan penyakit pada daun mangga bisa karena serangan cendawan jelaga, atau bercak karat merah karena gangga.

1.    Cendawan jelaga
Penyakit cendawan jelaga bisa disebabkan oleh cendawan Meliola mangiferae Eale, Gloeodes pomigena Schw., Dimerosporium mangiferum Cooke et Br.., Capnodium mengiferum Cooke et Br., Capno dium racemosum Cooke., Phaeasaccardinula sp.

Serangan cendawan jelaga pada mangga  bisa terjadi apabila di pohon tersebut terdapat hama serangan yang mengeluarkan kotoran “embun madu”

2.    Bercak karat merah
Bercak karat merah pada daun mangga disebabkan gang-gang Cephaleuros mycoidea Karst. Selain mangga, bercak karat merah juga menyerang jeruk, apel, the, jambu biji, leci, lengkeng, dan rambutan.

Hama Dan Penyakit Pada Cabang dan Batang Mangga
Penyakit cabang dan batang pada mangga bisa berupa blendok, buduk kulit batang karena cendawan, busuk batang semai dan benalu.

1.    Penyakit blendok
Penyakit blendok disebut juga penyakit recife. Penyebabnya cendawan Diplodia recifensis Batista, bersama-sama dengan kumbang Xyleborus affinis.

Kumbang Xyleborus affinis membuat terowongwn di batang atau di cabang,  Kemudian terinfeksi cendawan Diplodia recefensis Infeksi itu mengikuti kumbang yang masuk ke dalam terowongan.

2.    Penyakit batang
Pada batang mangga seringkali terdapat cendawan yang melekat pada kulit batang yang telah mati. Pada umumnya cendawan merupakan saprofit atau merupakan parasit yang ringan, misalnya Schizophyllum commune Fries, Fomes conchatus (Pers.) Fr. Dan Ganoderma applanatum (Pres. Ex Nallr.) Pat.

3.    Penyakit pesemaian
Penyakit busuk pada bibit mangga di pesemaian disebabkan cendawan Sclerotium delphini Welch. Gejalanya, batang semai yang baru tumbuh berbau busuk.

4.    Benalu
Benalu atau kemladean atau pasilan termasuk family Loranthaceae. Tumbuhan setengah parasit ini sering terdapat pada mangga.

Mereka tumbuh melekat pada cabang atau ranting. Benalu yang tumbuh di cabang atau ranting, kalau  tidak segera diberantas makin lama makin banyak.
Sumber: Bertanam Mangga, Penerbit: Penebar Swadaya

Kalau artikel ini bermanfaat bagi Anda, tolong share keteman anda melalui Facebook, google plus, atau twitter dengan cara mengklik tombolnya di bagian bawah halaman ini. Terima kasih atas partisipasinya.


Budidaya jamur        Budidaya jamur tiram    Cara budidaya jamur    Budidaya jamur        budidaya jamur        budidaya jamur        budidaya jamur        budidaya ajmur            budidaya jamur        budidaya jamur        budidaya jamur        budidaya jamur        hama tanaman mangga        penyakit tanaman mangga        hama mangga        penyakit mangga        budidaya tanaman mangga        penyakit pohon mangga

Pecinta Tanaman - 1:39 PM