;

Translate

Friday, January 23, 2015

Cara Membuat Minyak Kelapa Murni Virgin Coconut Oil

Friday, January 23, 2015

Cara Membuat Minyak Kelapa Murni Virgin Coconut Oil

Pada postingan sebelumnya kita telah membahas cara membuat minyak kelapa biasa, pada postingan kali ini kita akan menjelaskan bagaimana cara mengolah atau cara membuat minyak kelapa murni atau virgin coconut oil.

Ada dua cara untuk menghasilkan minyak kelapa murni, yaitu dengan cara pemanasan dan tanpa pemanasan. 

Cara Membuat Minyak Kelapa Murni, Virgin Coconut Oil, minyak kelap murni

Masing-masing cara ini memiliki teknik pengolahan yang berbeda. Adapun teknik pengolahannya sebagai berikut.

Teknik Pengolahan Dengan Pemanasan

Persiapan bahan baku
Bahan baku utama pembuatan minyak kelapa murni ini berupa buah kelapa segar yang sudah tua atau matang dengan umur buah 11-12 bulan. 

Buah kelapa yang demikian akan menghasilkan rendemen minyak yang banyak. Beberapa tanda bahwa buah kelapa sudah tua atau matang antara lain kulit sabut sudah bewarna cokelat dan buah belum ada yang berkecambah. Buah yang belum cukup umur atau baru sekitar 10 bulan biasanya memiliki warna sabut yang masih hijau. 

Namun, bila sudah terlanjur dipanen walaupun buahnya belum cukup umur, buah tersebut masih dapat disimpan terlebih dahulu sekitar dua bulan sehingga dapat mencapai tingkat ketuaan yang sesuai. 

Lama penyimpanannya umumya sekitar dua bulan. Oleh karena itu, buah kelapa yang sesuai untuk diolah menjadi minyak kelapa murni harus berumur 12 bulan.

Buah kelapa yang dipilih harus memiliki kandungan air kelapa. Bila sudah tidak mengandung air kelapa, sebaiknya buah demikian jangan dipilih. 

Buah tanpa air kelapa sudah tidak baik karena kemungkinan besar sudah terjdi perombakan komposisi daging buah sehingga dapat berpengaruh pada rendemen dan mutu minyak.

Jenis kelapa yang baik untuk diolah menjadi minyak kelapa murni adalah kelapa dalam atau kelapa hibrida local. 

Anjuran menggunakan jenis kelapa dalam atau kelapa hibrida lokal karena buahnya berukuran besar dan daginya cukup tebal sehingga diperoleh minyak yang lebih banyak dibandinkan dengan ukuran yang kecil-kecil sehingga tidak efisien.

Dari hasil percobaan yang dilakukan dibalitka manado, untuk menghasilkan minyak kelapa murni sebanyak 3,75 liter dibutuhkan kelapa sebanyak 30 butir kelapa dalam. 

Biasanya setiap butir kelapa dalam menghasilkan daging kelapa seberat 500 g. jumlah santan yang dihasilkan oleh 30 butir kelapa tersebut sekitar 48 liter. Dari santan tersebut akan dihasilkan krim sebanyak 10 liter.


Persiapan Alat dan Saran pendukung
Pengolahan minyak kelpa murni scara tradisional ini menggunakan peralatan yang sangat sederhana. Adapun peralatan yang diperlukan untuk pengolahan mimyak kelapa murni ini adalah sebagai berikut.
  • Panci email, digunakan untuk pemanasan minyak mentah pada proses pemanasan kedua. Penggunaan panci email bertujuan agar tidak terjadi oksidasi antara minyak dengan panci. Dipasaran, ukuran panci ada bermacam-macam. Namun, untuk proses pembutan minyak kelapa murni, ukuran panci perlu disesuaikan dengan kapasitas pengolahan atau sesuai kebutuhan. 

  • Wajan besi, digunakan untuk proses pemanasan krim santan hingga terbentuknya blondo bewarna putih.selain dari besi, wajan dapat terbuat dari bahan logam lain. Seperti halnya panci email, wajan pun ada bermacam-macam ukuran. Pilihlah ukuran wajan yang dapat menampung krim santan dalam jumlah banyak.

  • Saringa, digunakan untuk memisahkan santan dan ampas kelapa. Saringan dapat terbuat dari plastic atau logam. Agar efesien, ukuran saringan sebaiknya besar.

  • Corong, digunakan untuk memasukkan minyak kelapa murni kedalam kemasan, biasanya berupa botol. Bila tidak menggunakan corong, dikhawatirkan aka ada banyak minyak yang tumpah. Dipasaran dijual beragam ukuran corong yang terbuat dari plastik. Sebaiknya ukuran corong disesuaikan dengan ukuran mulut kemasan botol.

  • Ember plastic transparan, digunakan sebagai tempat untukfermentasi santan. Dengan ember ini akan terbentuk krim santan. Batas pemisahan santan tersebut akan tampak dari luar bila embernya transparan sehingga memudahkan pengambilan krim. Selain ember plastic transfaran, juga dapat digunakan stoples plastic transfaran berukuran besar. Jumlahnya disesuaikan dengan banyaknya santan yang akan difermentasi.

  • Baskom plastik berukuran besar, digunakan sebagai wadah untuk membuat santan. Sebaiknya wadah ini disiapkan sebanyak dua buah, yaitu satu baskom untuk ampas dan satunya lagi untuk santan.

  • Kompor, digunakan untuk memanaskan krim santan dan minyak mentah. Untuk skala kecil atau skala rumah tangga, cukup menggunakan kompor sumbu dengan bahan bakar minyak tanah ataupun kompor gas. Di pedasaan pun dapat digunakan tungku dengan bahan bakar kayu atau tempurung kelapa. Hal ini dilakukan untuk penghematan biaya pengolahan.

  • Selang plastik, digunakan untuk memisahkan lapisan krim. Untuk proses pemisahan ini cukup menggunakan selang plastic berdiameter kecil. Namun, bila skala pengolahan minyak cukup besar, sebaiknya digunakan mesin pemisah krim.

  • Parutan kelapa, digunakan untuk memarut kelapa sehingga daging kelapa menjadi partikel-partikel yang kecil. Dengan partikel kecil maka upaya mendapatkan santan berkadar minyak tinggi akan menjadi mudah. Parutan dapat berupa mesin pemarut atau parutan biasa yang digunakan secara manual, seperti yang biasanya digunakan oleh ibu rumah tangga. Bila kelapa yang akan diparut berjumlah banyak, sebaiknya digunakan alat atau mesin pemarut kelapa. 

  • Pengepres santan, digunakan untuk mengeluarkan kandungan santan pada daging keelapa setelah diparut. Namun, alat ini tidak seharusnya disiapkan karena proses pengeluaran santan tersebut dapat dengan cara manual, yaitu dengan tangan.

  • Pengukur volume atau literan, digunakan untuk mengukur jumlah air yang akan dipakai dalam proses pembuatan santan. Dengan perbandingan kelapa dan air yang sesuai maka akan diperoleh santan yang baik. Alat ini pun digunakan untuk mengukur volume minyak yang dihasilkan.

  • Centong, digunakan untuk mengaduk santan saat pemanasan hingga terbentuk blondo. Pengadukan ini dilakukan secara kontinu agar tidak terbentuk kerak santan yang akan mengubah warna minyak. Centong pun dapat digunakan sebagai alat untuk memindahkan minyak dari wajan ( saat proses pemanasan pertama ) ke panci email untuk proses pemanasan kedua.

  • Gayung, digunakan sebagai alat bantu dalam mengumpulkan air dalam proses pembuatan santan.

  • Jerigen, diguanakan sebagai wadah penampung setelah diperoleh minyak kelapa murni sebelum dikemas dalam kemasan botol. Jerigen ini harus dilengkapi dengan tutup.

  • Botol, digunakan untuk mengemas minyak dalam ukuran tertentu sesuai ukuran botol. Botol kemasan ini dapat terbuat dari kaca atau plastic.

  • Timbangan, digunakan untuk menimbang bahan baku, yaitu kelapa parut. Penimbangan bahan sangat diperlukan untuk memperoleh perbandingan yang sesuai antara kelapa dengan air.

  • Kain saring, digunakan untuk membantu proses pembuatan santan bila hanya menggunakan cara manual, bukan alat pengepres santan. Kain juga dapat digunakan untuk menyaring minyak pada tahap penyarungan kedua. 

  • Kertas saring, digunakan untuk menyaring minyak agar diperoleh minyak yang bewarna bening. Kertas saring ini dapat diperoleh di apotek dalam bentuk lembaran-lembaran.

  • Lewang, digunakan untuk mengupas sabut buah kelapa. Memang pengupasan sabut ini pun dapat dilakukan dengan bantuan perang. Namun, kurang efisien bila jumlah buah kelapanya banyak karena membutuhkan waktu yang lama. 

  • Parang, digunakan untuk membelah butiran kelapa yang sudah tidak terdapat sabut.

  • Kore-kore ( istilah manado ) atau pencukil daging buah, digunakan untuk memisahkan daging kelapa dengan tempurung. Dengan alat ini maka pemisahannya menjadi lebih mudah.

Proses Pembuatan Minyak Kelapa Murni

  • Siapkan kelapa yang sudah matang.
  • Kupas sabut kelapa untuk mendapatkan butiran butiran kelapa dengan pengupas kelapa.
  • Belah butiran kelapa tersebut.
  • Pisahkan daging kelapa dengan tempurungnya.
  • Parut daging kelapa.
  • Tambahkan air ke dalam hasil parutan daging kelapa, dengan perbandingan 1 kg kelapa parut tambahkan air 2 liter.
  • Kocok atau peras kelapa bersama air hingga santannya bercampur dengan air.
  • Piasahkan kelapa dari santannya dengan menggunakan kain.
  • Saring santan yang diperoleh dengan menggunakan saringan kelapa.
  • Pemanasan Krim Sanatan
  • Setelah krim dari santan kelap didapatkan selanjutnya:
  • Masukan krim ke dalam wajan, lalu panaskan di atas api dengan suhu 100-110 drajat celcius.
  • Sambil dipanaskan, aduk krim secara kontinu hingga agak matang. Jangan sampai terjadi kerak akibat krim.
  • Hentikan pemanasan bila tampak adanya pemisahan blondo dengan minyak.
  • Dinginkan bahan tersebut, lalu saring untuk memisahkan blondo dengan minyak. Minyak yang diperoleh adalah minyak belum matang atau masih mentah.
Setelah didapat minyak, alalu panaskan kembali dan lakukan penyaringan, untuk lebih jelas dan terperinci silahkan Anda baca buku dengan judul Virgin Coconut Oil Pembutan & Pemanfaatan Minyak Kelapa Murni, terbitan Penebar Swadaya.

Kalau artikel ini bermanfaat bagi Anda, tolong share keteman anda melalui Facebook, google plus, atau twitter dengan cara mengklik tombolnya di bagian bawah halaman ini. Terima kasih atas partisipasinya.




www.bestbudidayatanaman.com adalah blog personal yang tidak berafiliasi dengan institusi manapun. Blog ini berbagi informasi tentang buku-buku yang membahas budidaya tanaman secara detail dan isi kontennya pun merupakan sinopsis buku-buku tentang tanaman. Hak cipta atas informasi dalam blog ini sepenuhnya milik masing-masing penulis/penerbitnya. Lebih jelas baca di halaman DISCLAIMER

Pecinta Tanaman - 3:29 PM