;

Translate

Friday, February 13, 2015

Botani Jambu Mete atau Mede ciri ciri Dan Pertumbuhannya

Friday, February 13, 2015

Tanaman jambu mete (anacardium occidentale Linn) berasal dari Brasil dan termasuk dalam familia Anacardiceae yang meliputi 60 genus dan 400 spesies, baik dalam bentuk pohon maupun perdu.

Klasifikasi jambu mete dslam taksonomi tumbuhan adalah sebagai berikut:
Divisi    : magnoliophyta
Kelas    : magnoliopsida
Ordo    : Sapindales
Family     : Anacardiaceae
Genus : anacardium
Spesies: anacardium occidentale Linn

Botani  Jambu Mete, jambu Mede, ciri ciri jambu mede, Pertumbuhan jambu mede, budidaya jambu mede, budidaya jambu mete


Jambu mete mempunyai puluhan varietas, di antaranya ada yang berkulit putih, merah, merah muda, kuning, hijau kekuningan, dan hijau.

Tanaman jambu mete terdiri dari bagian-bagian vegetative dan generative. Bagian vegetative tanaman jambu mete terdiri dari akar, batang, dan daun sedangkan bagian generative terdiri dari bunga, buah, dan biji.

Tanaman jambu mete mulai berbunga pada umur 3-5 tahun. Bunga jambu mete berukuran kecil, beraroma harum, dan berjumlah sangat banyak. 

Termasuk bunga majemuk yang berbentuk malai dan bremunculan di ujung ranting. Pada satu malai terdiri dari bunga jantan dan bunga hemafrodit (berkelamin dua). Bunga hemafrodit lebih besar ukurannya dari bunga jantan. 

Baik bunga jantan maupun bunga hemafrodit masing-masing memiliki benang sari sebanyak 8-11 buah. Namun, benang sari yang subur hanya 1-2 buah dan selebihnya steril. Kedua jensi bunga tersebut juga mempunyai bakal buah, tangkai putik, dan kepala putik. 

Akan tetapi, putik bunga jantan mengalami rudimenter heermafrodit dan yang dibuahi hanya 85%. 

Dari sekian banyak bunga yang dibuahi, hanya 4-6% yang dapat bertahan hingga matang dan bunga lainnya berguguran pada berbegai tingkat umur.

Buah jambu mete terdiri dari dua bagian, yaitu buah semu yang mirip jambu air dan buah sejati yang bern=bentuk ginjal. 

Bagian buah semu sebenarnya adalah tangkai buah yang membesar seolah-olah daging buah normal. Oleh karena itu, bagian ini disebut buah semu. 

Daging buah tebal, banyak mengandung air, berserabut, berkulit tipis, dan rasanya sepat. Bobotnya 5-16 kali dari bobot buah sejati dan kaya akan vitamin C.

Buah sejati (biji) merupakan hasil utama tanaman mete. Ukuran biji mete Indonesia panjangnya antara 2,0-3,5 cm, lebar 1,5-2,5 cm dan tebalnya 1,0-2,5 cm. 

Di india dan Brazil panjangnya rata-rata 2,5-4,0 cm dan lebarnya 2,0-3,5 cm. biji mete ini juga dikenal denagn istilah gelondongan mete (biji mete yang telah dikeluarkan dari buah semu dan keadaannya kering.

Gelondongan mete terdiri dari kacang mete berbelah dua yang dibalut oleh kulit arid an dilindungi oleh kulit yang keras berwarna keabu-abuan dan kusam. Kulit biji mete terdiri dari tiga lapisan. 

Lapisan paling luar keras dan liat disebut epikarp.lapisan berikutnya yang berbentuk seperti sarang tawon yang mengandung minyak kental bernama minyak laka/cashew nut shell liquid (CNSL) disebut mesokarp. Lapisan ketiga keras dan disebut endocarp.

Tanaman jambu mete mempunyai beberapa sifat, diantaranya:
  • Umur tanaman jambu mete mencapai lebih dari 30 th, denagn ketinggian mencapai 10-12 m.
  • Perakarannya sangat ektensif dan peka terhadap genangan air (keadaan anaerob), sehingga harus dibuat drainase.
  • Pertumbuhan akar tunggangnya dominan dan dapat mencapai lebih dari 9 m, secara bertahap akar tunggang akan berkurang. Akar lateral (panjang bisa lebih dari 4,5 m), yang akan lebih menonjol.
  • Tanaman jambu mete tidak menyukai naungan. Bunga-bunga terbentuk pada permukaan tajuk dan hanya bunga-bunga yang mendapat intensitas sinar matahari yang cukup, dapat berkembang menjadi buah yang baik.

Tanaman jambu mete merupakan komoditi yang banyak manfaatnya, mulai dari akar, batang, daun, dan buahnya. 

Selain itu, biji mete (kacang mete) dapat digoreng dan menjadi makanan bergizi tinggi. 

Buah mete semu dapat diolah menjadi beberapa bentuk olahan seperti sari buah mete, anggur mete, manisan kering, selai mete, buah kalengan, dan selai jambu mete.

Kulit kayu jambu mete mengandung cairan berwarna cokelat. Apabila terkena udara, cairan tersebut berubah menjadi hitam.

Cairan ini dapat digunakan untuk bahan tinta, bahan pencelup, atau bahan pewarna. Selain itu, kulit batang pohon jambu mete juga berkhasiat sebagai obat kumur ata obat sariawan. 

Batang pohon mete menghasilkan gum atau blendok  untuk bahan perekat kuku. Selain daya rekatnya baik, gum juga berfungsi sebagai anti ngengat yang serng menggerogoti buku. 

Akar jambu mete berkhasiat sebagai pencuci perut. Daun jambu mete yang masih muda dimanfaatkan sebagai lalap, terutama di daerah jawa Barat. Daun yang tua dapat digunakan untuk obat luka bakar.


Kalau artikel ini bermanfaat bagi Anda, tolong share keteman anda melalui Facebook, google plus, atau twitter dengan cara mengklik tombolnya di bagian bawah halaman ini. Terima kasih atas partisipasinya.


www.bestbudidayatanaman.com adalah blog personal yang tidak berafiliasi dengan institusi manapun. Blog ini berbagi informasi tentang buku-buku yang membahas budidaya tanaman secara detail dan isi kontennya pun merupakan sinopsis buku-buku tentang tanaman. Hak cipta atas informasi dalam blog ini sepenuhnya milik masing-masing penulis/penerbitnya. Lebih jelas baca di halaman DISCLAIMER

Pecinta Tanaman - 9:50 AM